Peringati Hari Anak Nasional, KAI Daop 2 Bandung Kampanyekan STOP Pelecehan Seksual di Kereta Api

Kota Bandung, BriliaNews.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung bersama sejumlah Komunitas Railfans di wilayah Daop 2 Bandung, menggelar kampanye “STOP Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Ruang Publik”.

Kampanye tersebut sebagai bentuk komitmen KAI dalam menciptakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pelanggan, khususnya perempuan dan anak.

Kegiatan tersebut diisi dengan Talkshow bertema “Jadikan Kereta Api Tempat Aman Untuk Semua” yang berlangsung di Stasiun Bandung, bersama Komunitas Railfans Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), Kamis (23/7/2026).

Talkshow menghadirkan narasumber EVP Daop 2 Bandung PT Kereta Api Indonesia (Persero) Hendra Wahyono dan dari berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak yakni Dosen FISIP Universitas Padjadjaran Dr. Antik Bintari, Perwakilan Komunitas IRPS Tantra Madhyastha Pradhana, serta Satuan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung, Cecep Suhendra, S.H.

Selain di stasiun Bandung, kegiatan yang sama juga digelar di stasiun Cianjur bersama Komunitas Railfans Cianjur dan Youth Advisory Group.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih berani mengenali, mencegah, serta melaporkan setiap bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan transportasi publik.

Baca Juga  Mulai 1 Agustus 2025, KA Pasundan Relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng PP Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation

EVP Daop 2 Bandung PT Kereta Api Indonesia (Persero) Hendra Wahyono menegaskan, keselamatan dan keamanan pelanggan tidak hanya berkaitan dengan aspek operasional perjalanan kereta api, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap seluruh pengguna jasa dari berbagai bentuk tindakan yang mengancam rasa aman selama berada di area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api.

“Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ruang publik, termasuk transportasi kereta api, harus menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Hendra Wahyono ményatakan
KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh pelanggan, melalui berbagai upaya preventif, edukatif, dan kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila melihat ataupun mengalami tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian,” ujar Hendra.

Ia menambahkan kampanye ini juga bertujuan membangun budaya saling peduli di ruang publik. Pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Sinergi seperti ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan perjalanan kereta api yang semakin aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.

Baca Juga  Ridwan Kamil Sebut Command Center Sumedang Wajah Digital West Java

“Kami percaya bahwa transportasi publik yang aman lahir dari kolaborasi. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dukungan komunitas railfans, akademisi, aparat penegak hukum, serta organisasi kepemudaan yang bersama-sama mengedukasi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, para narasumber memberikan edukasi mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi di ruang publik, langkah pencegahan, pentingnya kepedulian terhadap korban dari tindakan pelecehan seksual, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan kekerasan atau pelecehan seksual.

KAI Daop 2 Bandung juga terus memperkuat sistem keamanan di lingkungan operasional melalui kehadiran petugas keamanan, CCTV di berbagai titik strategis stasiun dan dalam kereta, serta koordinasi intensif dengan aparat kepolisian, guna memastikan pelanggan memperoleh rasa aman selama menggunakan layanan kereta api.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, KAI Daop 2 Bandung berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk menghormati hak setiap individu dalam memperoleh rasa aman di ruang publik.

Kampanye ini sekaligus menjadi ajakan bersama untuk menciptakan transportasi publik yang bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual, sehingga perempuan dan anak dapat bepergian dengan nyaman, aman, dan bermartabat.

(Adi)