Psikolog Klinis Harus Tingkatkan Kompetensi Untuk Atasi Berbagai Persoalan Kesehatan Jiwa di Masyarakat

Kota Bandung, BriliaNews.com – Jawa Barat masih menghadapi tantangan sosial dengan tingkat kemiskinan sebesar 6,78 persen dan pengangguran sebesar 6,64 persen yang tersebar di 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, 5.312 desa, dan 645 kelurahan.

Untuk itu, penguatan kompetensi psikolog klinis, harus diikuti dengan perluasan jangkauan pelayanan hingga menyentuh masyarakat secara langsung. Psikolog klinis juga harus hadir diseluruh puskesmas yang ada di 5.312 desa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, pada pembukaan Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Praktik dan Peran sebagai Pembimbing Klinis Lapangan, di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga  Cegah DBD, Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

“Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, nguriling, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman, no,” kata Herman Suryatman.

Ia juga mengajak seluruh psikolog klinis untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan jiwa di tengah masyarakat.

Ketua Kolegium Psikologi Klinis Indria Laksmi Gamayanti berharap, Jawa Barat dapat menjadi pelopor dalam penguatan layanan psikologi klinis di tingkat puskesmas melalui berbagai program pelatihan yang berkelanjutan.

“Melalui berbagai pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi langkah penting agar psikolog klinis mampu memberikan pelayanan yang profesional, sekaligus menjawab berbagai persoalan kesehatan jiwa yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga  WJDF 2023, Jabar Jaring Aspirasi dan Masukan Untuk RPJP 2025-2045

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memfasilitasi pelatihan bagi psikolog klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menghadirkan psikolog yang semakin kompeten demi kebermanfaatan bagi masyarakat Jawa Barat,” kata Indria.

Dalam laporannya Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan Setiawan mengatakan, workshop diikuti perwakilan psikolog klinis dari puskesmas dan rumah sakit di kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat.

(Ida)