RSHS dan RSAB Harapan Kita Perkuat Deteksi Dini Thalasemia

Kota Bandung, BriliaNews.com – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kolaborasi dengan RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, memberikan layanan deteksi dini dan pencegahan thalasemia
melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga di Trans Studio Bandung, Minggu (27/7/2026).

Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bentuk nyata, komitmen RSHS dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi dengan RSAB Harapan Kita memperkuat upaya penelitian sekaligus edukasi kepada keluarga penyandang thalasemia, agar memahami pentingnya deteksi dini dan skrining genetik.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menyebut RSHS merupakan rumah sakit regional terbaik di Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan layanan kesehatan nasional.

Baca Juga  Pungli Pemakaman Jenazah COVID-19, Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf

“Saya menjadi saksi bahwa program nasional tidak akan mampu menjangkau masyarakat, tanpa kerja keras rumah sakit-rumah sakit regional. Karena itu, kolaborasi dengan RSHS menjadi contoh nyata bagaimana penelitian dan pelayanan kesehatan, dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus utama kegiatan tahun ini adalah mengajak keluarga penyandang thalasemia untuk mengikuti skrining genetik, sehingga masyarakat mengetahui status pembawa sifat (carrier) sejak dini dan dapat mengambil langkah pencegahan pada generasi berikutnya.

Melalui kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan thalasemia, sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyandang dan keluarganya di Indonesia.

Baca Juga  Srikandi BUMN Ajak Perempuan Indonesia Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2026 sekaligus peringatan HUT ke-103 RSHS ini, mempertemukan penyandang thalasemia, keluarga pasien, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, serta pemerintah untuk memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pendampingan bagi penyandang penyakit kelainan darah bawaan tersebut.

Dalam kegiatan ini dilakukan edukasi mengenai thalasemia, pemutaran video testimoni pasien, paparan hasil program, hingga pengambilan 90 sampel air liur, sebagai bagian dari penelitian dan penguatan skrining genetik. Sebanyak 484 penyandang thalasemia turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

(Ida)