Kota Bandung, BriliaNews.com – Hari Jadi ke-81 Provinsi Jabar menjadi momentum bagi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Barat, untuk menguatkan komitmennya dalam menghadirkan Peraturan Daerah (Perda) yang lebih implementatif dan berdampak pada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan Perda yang lebih selektif dan responsif pada persoalan masyarakat dan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Bapemperda DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, di Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).
Ia menegaskan, penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) pada perubahan tahun 2026/2027 akan lebih selektif dan memprioritaskan Ranperda yang lebih bermanfaat bagi masyarakat serta tidak hanya menjadi produk hukum saja tetapi implementatif.
“Bapemperda DPRD Jawa Barat akan lebih selektif untuk memilih Perda yang akan dikerjakan. Dibalik itu ada pesan moral yang memang harus kami jaga, yaitu Perda yang dihasilkan harus implementatif dan membantu bagi masyarakat Jawa Barat,” tegasnya.
Menurut Daddy, setiap Ranperda harus disusun berdasarkan kajian yang komprehensif mulai dari aspek filosofis, sosiologis dan yuridis. Selain itu, penyusunan Ranperda pun harus sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di tingkat nasional.
Semakin maju suatu masyarakat maka regulasi yang dibentuk seharusnya semakin efektif dan tidak berlebihan.
“Oleh karena itu, Ranperda harus difokuskan pada hal yang benar-benar memerlukan kepastian hukum dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Daddy menambahkan, melalui kerja sama yang kuat antara eksekutif dan legislatif, akan menghadirkan regulasi yang disusun dapat mendukung terwujudnya pembangunan Jawa Barat yang lebih maju dan menyejahterakan masyarakat.
“Pelaksana pemerintahan di daerah adalah Gubernur bersama DPRD. Oleh karena itu, baik buruknya muka Jawa Barat, merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kebijakan dan regulasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
(Ida/ Adhikarya)






