Pesan Mendiktisaintek Untuk Mahasiswa Baru UPI: Gunakan Teknologi tapi Pahami Fundamentalnya

Kota Bandung, BriliaNews.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, mengingatkan mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), bahwa keberhasilan dalam pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik tetapi juga oleh ketangguhan dalam menjalani proses.

Ia menekankan pentingnya membangun grit, persistence, perseverance, serta sikap rendah hati (humble) sebagai bekal menghadapi keberhasilan maupun tantangan selama masa perkuliahan.

Hal itu disampaikan Prof. Brian Yuliarto
pada kuliah umum Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) UPI 2026, di Gedung Gymnasium UPI, Rabu (19/8/2026).

Prof. Brian mengatakan perjalanan menjadi mahasiswa merupakan proses yang membutuhkan ketekunan.

“Mahasiswa akan menghadapi berbagai tugas, ujian, perubahan lingkungan, serta tantangan dalam mengembangkan kemampuan, sehingga diperlukan karakter untuk terus bertahan dan melanjutkan proses,” tutur Prof. Brian.

Baca Juga  Peringatan Hardiknas, Wali Kota Pastikan Persiapan PTM Matang

Pada kesempatan itu, Prof. Brian memperkenalkan tiga karakter yang perlu dibangun selama menjalani pendidikan, yakni grit (Teguh pada tujuan), persistence (Terus mencoba), dan perseverance (Bertahan dalam proses).

Grit berkaitan dengan keteguhan dalam mengejar tujuan. Persistence menekankan kegigihan untuk terus mencoba ketika menghadapi kegagalan, sedangkan perseverance berkaitan dengan kemampuan bertahan ketika menghadapi kesulitan.

Ketiga karakter tersebut menjadi penting karena perjalanan pendidikan tinggi, tidak selalu berlangsung sesuai dengan harapan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi kegagalan dan kesulitan, tanpa kehilangan tujuan yang ingin dicapai.

Menurutnya, grit, persistence, dan perseverance juga relevan dengan perubahan teknologi dan lingkungan profesional.

Baca Juga  Masa Arus Mudik Lebaran 2023, Jalan Tol Fungsional Cisumdawu dan Japek II Selatan Akan Dioperasikan

Mahasiswa diharapkan mampu terus belajar dan beradaptasi, termasuk menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Prof. Brian menekankan bahwa mahasiswa tetap harus menguasai fundamental keilmuan meskipun teknologi semakin berkembang.

AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi mahasiswa perlu memahami dasar-dasar bidang ilmunya.

“AI harus kita gunakan, harus kita manfaatkan, tetapi tetap yang akan menang dengan AI adalah mereka yang menguasai fundamental dasar-dasar keilmuannya. Jadi sekali lagi, bisa gunakan AI tetapi harus paham fundamentalnya.” ujarnya.

“Dengan demikian, kemampuan beradaptasi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga kemauan untuk terus belajar. Sikap tersebut perlu berjalan bersama keteguhan dalam mencapai tujuan dan kemampuan bertahan ketika menghadapi perubahan,” pungkasnya.

(Adi)