Bio Farma : Vaksin HPV Tidak Hanya Perempuan tapi Penting pula Untuk Laki-Laki

Kota Bandung, BriliaNews.com – Bio Farma mengungkapkan, imunisasi vaksin HPV yang diberikan untuk mencegah kanker serviks akibat virus Human Papillomavirus (HPV), juga penting diberikan kepada laki-laki.

Hal ini mengingat laki-laki tidak hanya bisa menjadi carrier virus HPV, tetapi juga bisa terjangkit penyakit kutil kelamin yang juga disebabkan oleh virus HPV. “Sehingga, dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker pada area tenggorokan,” kata
Direktur Utama Biorfarma, Shadiq Akasya, di Bandung, Rabu (16/9/2026).

Shadiq mengungkapkan, pemberian vaksin HPV pada laki-laki sudah dilakukan di Australia dan Malaysia. Dalam beberapa tahun terahir, kasus kanker pada kelamin laki-laki di kedua negara tersebut sudah semakin berkurang.

Baca Juga  Hari ke-25 Penyelenggaraan Haji, 4.460 Jemaah Masih di Madinah

Ia menegaskan, edukasi terhadap masyarakat terkait pemberian vaksin HPV ini penting, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia dari pényakit kanker tersebut.

Namun demikian lanjut Shadiq, pihaknya masih menunggu arahan pemerintah terkait sasaran usia atas pemberian vaksin HPV kepada laki-laki. Diprogramkan, pemberian vaksin HPV pada laki-laki akan menyasar anak-anak usia 9-11 tahun.

Sementara pemberian imunisasi vaksin HPV kepada perempuan, sudah dilakukan sejak tahun 2023 dengan menyasar anak-anak usia 9-11 tahun.

Shadiq berharap pemberian vaksin HPV kepada laki-laki dapat memperluas perlindungan terhadap infeksi virus HPV, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Sebagai informasi, HPV (Human Papillomavirus) merupakan virus yang dapat menginfeksi permukaan kulit dan selaput lendir tubuh. Infeksi HPV dapat terjadi di berbagai area, termasuk kulit, mulut, hingga organ reproduksi.

Baca Juga  Harkop ke 76, Dinas KUK Jabar Gelar Mumtaz Festival dan Temu Bisnis OPOP 2023

Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa jenis HPV berisiko menyebabkan penyakit serius, termasuk kanker serviks pada wanita. 

Menurut Kementerian Kesehatan, infeksi HPV merupakan salah satu penyebab utama kanker serviks, yang merupakan salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia.

Virus HPV hidup di lapisan permukaan kulit dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil yang sering tidak disadari.

Penularan HPV dapat terjadi melalui kontak langsung antar kulit, hubungan seksual dengan penderita, dan juga penularan dari ibu ke bayi saat persalinan. 

Pewarta : Adi
Editor. : Afrida