Kab. Serang, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan yang masif dan merata melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) dengan tema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future”, di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dan civitas academica UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Banten, yaitu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Banten Jaya, Universitas Bina Bangsa, Universitas Serang Raya, dan Universitas Pamulang Serang.
Selain itu, sebanyak 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan secara daring melalui live streaming YouTube Otoritas Jasa Keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menjelaskan, LIKE IT merupakan inisiatif edukatif yang mendorong generasi muda untuk semakin cakap dalam mengelola keuangan dan memahami investasi.
Program LIKE IT telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan merupakan kolaborasi antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
LIKE IT di Kota Serang merupakan LIKE IT Series #6 di tahun 2026.
Dicky juga menyampaikan bahwa generasi muda saat ini merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi digital, namun kecakapan digital tidak secara otomatis berarti kecakapan finansial.
Menurutnya, semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami risiko dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Tidak hanya itu, ketika semakin banyak produk keuangan yang ditawarkan kepada masyarakat, maka diperlukan kemampuan untuk mengambil keputusan yang sadar dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, masyarakat juga diimbau untuk mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta memulai investasi sedini mungkin.
“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” kata Dicky.
Dicky berharap dengan memiliki literasi keuangan, generasi muda bisa terhindar dari sikap Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) dalam mengelola keuangannya.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, penguatan literasi keuangan bagi generasi muda perlu diarahkan agar mereka siap memasuki dunia kerja dan mampu mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, serta melindungi diri dari kejahatan keuangan.
“Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergi OJK Provinsi Banten melalui berbagai program literasi keuangan dapat membangun generasi muda Banten yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja tapi juga siap mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, menjaga dirinya dari kejahatan keuangan, dan akhirnya menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Banten,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Hal tersebut penting mengingat berbagai modus kejahatan keuangan digital semakin beragam, antara lain phishing, penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus yang memanfaatkan teknologi digital dan rekayasa sosial.
(Adi)






