HJKB Tahun 2026 Digelar Lebih Sederhana, Pawai Kendaraan Hias Dibatalkan

Kota Bandung, BriliaNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan konsep berbeda untuk perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) tahun 2026. Pawai kendaraan hias yang sebelumnya akan digelar, dipastikan tidak digelar.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, keputusan tersebut diambil sejalan dengan amanat untuk menghadirkan perayaan yang lebih sederhana dan tidak menghabiskan anggaran besar.

“Persiapan HJKB, kami yang tadinya akan melakukan pawai kendaraan hias itu dibatalkan, sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Presiden agar melakukan perayaan dengan cara sederhana,” kata Farhan, Rabu (23/9/2026).

Sebagai gantinya, Pemkot Bandung tengah merancang pawai dengan konsep yang lebih sederhana namun tetap menonjolkan kreativitas masyarakat.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Jabar Tinjau Kesiapan Jalan Provinsi Jelang Arus Mudik Lebaran

Farhan menyebut, salah satu gagasan yang akan ditampilkan yakni Jampana. Konsep tersebut diharapkan tetap mampu membuat perayaan HUT Kota Bandung berlangsung meriah tanpa membutuhkan biaya besar.

“Insyaallah kami sedang merancang sebuah pawai yang sifatnya lebih sederhana, lebih menampilkan karya-karya kreatif yang tidak perlu menggunakan anggaran yang besar. Insyaallah itu rame-rame,” ujarnya.

Dari sisi anggaran, Farhan memastikan biaya yang disiapkan untuk konsep perayaan baru tersebut, jauh lebih kecil dibandingkan rencana awal.

“Sekarang mah kecil, nggak sampai Rp1 miliar kayaknya,” ucapnya.

Baca Juga  Pemda Provinsi Jabar Beri Bonus Atlet Peraih Medali PON Papua dan Paralympic Tokyo

Selain pawai, Pemkot Bandung juga menyiapkan peluncuran sejumlah buku dalam rangkaian peringatan HJKB. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 25 September, bertepatan dengan rangkaian agenda setelah upacara sebelum menuju Rapat Paripurna di DPRD Kota Bandung.

Salah satu buku yang akan diluncurkan yakni Bandung Above, yang memuat perbandingan foto udara Kota Bandung dari masa lalu dan kondisi terkini.

“Ini adalah sebuah buku foto udara yang membandingkan foto udara di masa lalu dan foto udara di masa kini. Itu sangat menarik bukunya,” tuturnya.

(Sri)