Jakarta, BriliaNews.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi di bidang kedirgantaraan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Airbus di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Pada kesempatan yang sama, Airbus juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan AirNav Indonesia.
Kerja sama tersebut menjadi langkah awal pengembangan program di bidang sumber daya manusia, akademik, penelitian dan pengembangan, teknologi, inovasi, pendidikan, pelatihan, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan, kemitraan tersebut membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, teknologi, dan inovasi.
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada sains dan teknologi, ITB terbuka untuk membangun kemitraan internasional yang memberikan manfaat nyata.
“Melalui pertukaran pengetahuan dan keahlian, kami berharap kemitraan ini dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan bersama dan menciptakan solusi inovatif,” ujarnya.
Di lain pihak, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., mengapresiasi kolaborasi Bappenas, Airbus, AirNav Indonesia, dan ITB.
“Saya berharap kemitraan tersebut mendukung kemajuan teknologi penerbangan dan pembangunan nasional,” ungkap Rachmat.
Sementara itu, Co-Chair Steering Committee Tindak Lanjut JDI Bappenas-Airbus, Dr. Vivi Yulaswati, M.Sc., menjelaskan, penandatanganan MoU merupakan bagian dari tindak lanjut Joint Declaration of Intent (JDI) Bappenas-Airbus yang ditandatangani pada 26 Mei 2026.
Implementasi JDI mencakup industri pesawat, rantai pasok, maintenance, repair, and overhaul (MRO), layanan penerbangan, serta pengembangan SDM.
“Tindak lanjutnya dijalankan melalui tiga kelompok kerja yang berfokus pada industri pesawat dan rantai pasok; MRO dan layanan penerbangan; serta SDM dan inovasi,” ungkapnya.
Sementara itu, President Airbus International, Wouter Van Wersch, mengatakan, kerja sama dengan ITB berfokus pada pengembangan talenta dan SDM lokal sebagai fondasi ekosistem kedirgantaraan yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti kesepakatan dengan langkah konkret dan manfaat yang terukur.
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman, Airbus semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem kedirgantaraan Indonesia,” ucapnya.
Ia menambahkan, nota kesepahaman ini melanjutkan momentum dari Deklarasi Niat Bersama bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung secara langsung peta jalan Indonesia Emas 2045 dengan mendorong pengembangan sumber daya manusia dan meningkatkan kapabilitas industri lokal bersama para pemangku kepentingan di Indonesia,” ujarnya.
Di saat yang sama, Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, turut menyambut baik kemitraan dengan Airbus serta ITB.
“Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat keselamatan dan efisiensi layanan navigasi udara sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan,” paparnya.
Melalui kolaborasi ini, ITB, Airbus, dan AirNav Indonesia membuka ruang pengembangan kerja sama yang menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, dan peningkatan kapasitas SDM dengan kebutuhan pengembangan sektor kedirgantaraan.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan talenta dan teknologi kedirgantaraan Indonesia.
(rel/adi)






