Jawa Barat Aktivasi Layanan Sahabat Perempuan dan Anak 129 Terintegrasi dengan Sapawarga

Kota Bandung, BriliaNews.com – Seiring dengan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang meningkat, Pemda Provinsi Jawa Barat mengaktivasi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 Terintegrasi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPONI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jabar tahun 2022 mengalami peningkatan dibanding tahun 2021.

Pada 2021 terjadi 1.766 kasus, sementara di tahun 2022 meningkat menjadi 2001 kasus. Sedangkan berdasarkan data pengaduan kasus yang tercatat di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jabar tahun 2021, sebanyak 500 kasus dan tahun 2022 bertambah menjadi 602 kasus.

“Ini harus menjadi perhatian yang serius,” kata Penjabat Gubernur Jabar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti, pada acara aktivasi  SAPA 129 Terintegrasi di Jabar, yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (5/10/2023).

Baca Juga  Anomali Ekonomi Jabar, Quarter I/2026 Pertumbuhan Relatif Tinggi Namun Diiringi Gelombang PHK dan Dinamika Inflasi

“Hal itu juga yang menjadi konsentrasi khusus Pemerintah Daerah Provinsi Jabar dengan terbitnya Instruksi Khusus Pimpinan. Tujuannya menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jabar, dengan tagline Perempuan dan Anak Juara,” ujar Siska.

Dengan aktivasi SAPA 129 Terintegrasi ini diharapkan kualitas layanan perlindungan perempuan dan anak dapat ditingkatkan, sesuai dengan amanat yang didelegasikan kepada Kementerian PPPA, yang di dalamnya memuat enam fungsi layanan.

“Enam fungsi layanan itu adalah pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, dan pendampingan korban,” jelasnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Jabar Bey Machmudin akan Mencoblos di Kota Bandung

Dalam tayangan video, Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga menegaskan, bahwa SAPA 129 Terintegrasi merupakan komitmen pemerintah melayani masyarakat, dalam upaya penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kepuasan masyarakat menjadi prioritas kami. Transformasi layanan SAPA 129 yang semakin terintegrasi, adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan layanan yang lebih baik,” tutur Bintang Puspayoga.

Menurut Siska Gerfianti, aktivasi SAPA 129 Terintegrasi di Jabar akan diintegrasikan pula dengan layanan Sapawarga yang dikelola Diskominfo Jabar.

“Kita akan berkolaborasi dengan Diskominfo untuk mengintegrasikan layanan SAPA 129  dengan Sapawarga yang sudah dimiliki Jawa Barat,” terangnya.

Editor : Afrida