Kota Bandung, BriliaNews.com – Sebanyak 1.155 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil lolos sebagai peserta program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan 4 tahun 2022-2023.
Kepala Badan Bimbingan dan Konseling dan Pengembangan Karir UPI, Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd, mengungkapkan, dari 2.749 mahasiswa yang mendaftar, 1.155 mahasiswa lolos sebagai peserta program tersebut.
“1.155 mahasiswa atau 42,2 persen dari total mahasiwa yang mendaftar, lolos program MSIB tahun 2022-2023,” kata Yusi pada konferensi pers di Gedung University Center UPI jalan Setiabudhi kota Bandung, Rabu (25/10/2023).
Menurut Yusi Riksa Yustiana sejak program MSIB diluncurkan, UPI selalu menduduki 3 besar Universitas di Indonesia dengan pelamar dan peserta terbanyak.
Bahkan, tahun ini UPI menduduki peringkat ke 2 sebagai pelamar dan peserta terbanyak pada program MSIB angkatan 4.
Yusi mengatakan, total mahasiswa seluruh Indonesia yang mengikuti atau melamar program MSIB angkatan ke 4 sebanyak 25.952 mahasiswa.
Sedangkan kuotanya 25.837 mahasiswa terdiri atas 11.552 mahasiswa untuk magang dan 14.285 mahasiswa untuk Studi Independen.
“Program MSIB ini melibatkan lebih dari 1.200 mitra dan terkonfirmasi mahasiswa UPI tersebar di 124 mitra yang levelnya nasional sampai internasional,” ujarnya.
Yusi Riksa memaparkan manfaat mengikuti program magang bersertifikat. Salah satunya dapat memperoleh “golden tiket”.
“Golden tiket itu adalah mereka ditawari langsung menjadi calon pekerja. Kenapa calon pekerja, karena mereka belum lulus. Mereka mengikuti magang ini di semester enam dan tujuh. Namun kalau yang masuk di semester tujuh dan sudah selesai skripsi, itu langsung ditarik menjadi pegawai,” terangnya.
Lalu yang di studi independen kata Yusi, beberapa mahasiswa UPI menjadi mentor, menjadi bagian dari perusahaan tersebut.
“Jadi dengan keterampilan-keterampilan yang diperoleh dari magang dan studi independent, mereka memiliki keterampilan tambahan sekaligus menambah penghasilan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, mulai semester depan, UPI didorong punya magang mandiri. Dan UPI sudah memulai magang mandiri di beberapa prodi, sehingga nanti tidak terlalu bergantung pada flagship di kementerian.
“Untuk magang ini, sebenarnya tidak hanya MSIB yang ada di bawah kelola kami, ada juga magang penelitian. Pada semester ini, ada 24 orang yang sedang magang penelitian di BRIN, dari 40 pelamar 50% yang lolos,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A menjelaskan, Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan magang, dan riset proyek akhir di perusahaan kelas dunia,” tuturnya.
Menurutnya, keuntungan mengikuti Magang dan Studi Independen Bersertifikat, yaitu mendapat sertifikat.
“Sertifikat ini yang nantinya menjadi kekuatan saat melamar pekerjaan. Selain itu, mereka juga akan memiliki akses untuk memperoleh pekerjaan,” pungkasnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






