Jakarta, BriliaNews.com – Novo Nordisk Indonesia dan Bio Farma, mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam proses produksi obat diabetes di Indonesia.
Dengan menggabungkan keahlian kedua perusahaan, kerjasama Novo Nordisk Indonesia dan Bio Farma mendukung pemerintah Indonesia dalam menyediakan obat-obatan diabetes yang penting.
Kolaborasi ini selaras dengan agenda resiliensi layanan kesehatan yang dicanangkan pemerintah.
Meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia, mendorong pentingnya kolaborasi tersebut. Saat ini, diperkirakan 19,5 juta orang hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045.
Kondisi kronis ini termasuk dalam tiga besar penyebab kematian di Indonesia.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia,
Budi Gunadi Sadikin
mengatakan, diabetes adalah ibu dari segala penyakit. Diabetes yang tidak terkontrol akan menimbulkan komplikasi.
“Saat ini, kita lemah dalam skrining, dan kita perlu mereformasi sistem layanan kesehatan. Jika kita dapat mengidentifikasi dan mengobati diabetes sejak dini, maka biaya perawatan akan lebih murah dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka yang hidup dengan diabetes,” tuturnya, Selasa (9/7/2024).
Budi Gunadi menyatakan, Kementerian Kesehatan telah mereformasi 10.000 layanan primer untuk penanganan diabetes yang lebih baik.
“Kolaborasi antara Novo Nordisk Indonesia dan Bio Farma ini, untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat Indonesia,” tambah Budi.
Sementara itu Vice President dan General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan mengungkapkan, kerja sama antara Novo Nordisk Indonesia dengan pemerintah telah berlangsung lebih dari 25 tahun.
Kerja sama ini juga akan memperkuat MoU antar pemerintah (government-to-government, G2G), yakni antara Indonesia dan Denmark yang selanjutnya mendukung agenda resiliensi kesehatan pemerintah.
“Di Novo Nordisk, kami berjalan dengan visi untuk mendorong perubahan pada penyakit kronis yang serius. Memperbaiki kualitas kehidupan orang dengan diabetes, sangat penting untuk mewujudkan visi ini, dan kami berupaya memberikan akses yang setara terhadap penanganan diabetes,” kata Sreerekha Sreenivasan
Hal senada disampaikan oleh Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma.
Ia mengatakan, kolaborasi dengan Novo Nordisk akan meningkatkan kapabilitas Bio Farma. Kemitraan ini untuk secara signifikan, meningkatkan akses terhadap pengobatan diabetes yang berkualitas dan terjangkau.
Selain itu kerjasama ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan penyakit diabetes kronis, dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan Indonesia dalam mengatasi tantangan global.
“Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan komitmen bersama, khususnya dari pemerintah, dalam mendukung produksi produk dalam negeri yang inovatif,” ujar Shadiq.
Untuk diketahui dalam kerjasama ini, Novo Nordisk menghadirkan keahliannya pada perawatan diabetes dan produksi insulin, sedangkan Bio Farma menghadirkan kemampuan manufaktur lokalnya yang sudah mapan.
Dengan menggabungkan kekuatan kedua belah pihak, kemitraan ini dapat menciptakan landasan yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam pengelolaan diabetes di Indonesia.
Novo Nordisk dan Bio Farma menargetkan untuk memberikan dampak positif bagi hampir satu juta orang dengan diabetes dalam dekade mendatang.
Laporan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tahun 2020 mengungkapkan hanya 2 juta orang yang didiagnosis dan dirawat di bawah sistem layanan kesehatan nasional (Jaminan Kesehatan Nasional, JKN).
Hal ini memprihatinkan, apalagi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, diperkirakan 80,6% orang dengan diabetes di Indonesia yang telah terdiagnosa dan mendapatkan perawatan, memiliki diabetes yang tidak terkontrol.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






