Berita  

Bappebti Bersama Aspebtindo Gelar Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2024 di 11 Kota

Kota Bandung, BriliaNews.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdaganan (Kemendag) bekerja sama dengan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo), kembali mengadakan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2024, dengan tema Transformasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Era Digital.

Kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, mengenai perdagangan berjangka komoditi.

Plt. Kepala Bappebti Kasan, mengatakan sektor perdagangan merupakan salah satu kunci penopang ekonomi Indonesia.

Pada tahun 2023, sektor perdagangan berkontribusi sebesar 12,94% terhadap PDB Indonesia.

“Nilai transaksi PBK secara national value pada 2023 mencapai Rp25.680 triliun, kemudian pada periode Januari-Juni 2024 kinerja PBK tercatat Rp14.594 triliun,” kata Kasan pada Pembukaan Bulan Literasi PBK 2024 di Kota Bandung, Senin (5/8/2024).

Ia mengungkapkan, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan industri PBK ini aman, nyaman, menguntungkan, serta memberi kontribusi terhadap ekonomi nasional.

“Kita bareng-bareng berkolaborasi memastikan bahwa masyarakat siapapun yang akan terlibat di industri ini, mendapatkan pemahaman yang utuh,” tuturnya.

Kegiatan Bulan Literasi PBK 2024, melibatkan seluruh anggota Aspebtindo.

Baca Juga  Pangdam III/Slw Pimpin Taklimat Akhir Audit Kinerja Itjenad

Ketua Aspebtindo, Udi Margo Utomo mengatakan dalam satu bulan ini, anggota Aspebtindo akan bergerak, baik sendiri-sendiri maupun juga bersama-sama melakukan sosialisasi ke beberapa kota.

Udi Margo memgakui untuk terjun ke industri PBK ini, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan pahaman yang cukup.

“Dan ini memang kami harus secara continue. Kita berharap tidak hanya bulan ini saja, namun terus menerus. Aspebtindo juga akan terus bergerak memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat langsung sampai ke daerah-daerah, sehingga tidak ada lagi hal-hal yang negatif yang terjadi di masyarakat karena faktor kurangnya pemahaman PBK,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jabar sangat bergantung pada sektor industri dan perdagangan.

“Jawa Barat merupakan pengekspor tertinggi di Indonesia dengan nilai 36 Milyar US Dollar atau 150 triliun di tahun 2023, dan 98 persennya dari industri. 42 persen perekonomian jabar itu berasal dari industri,” ungkap Noneng.

Baca Juga  Daddy Rohanady Sebut Perda Penyelenggaraan Pelindungan PMI Asal Jabar Sangat Strategis

Dari sisi perdagangan, tambahnya, Jabar menempati posisi kedua se Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar 42 persennya dari industri, 15 persen dari perdagangan, dan 15 persen perdagangan ini berkontribusi terhadap 14 persen terhadap nasional, sehingga pertumbuhan ekonomi Jabar sangat bergantung baik pada sektor industri maupun perdagangan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat meliterasi masyarakat Jawa Barat, memberikan pengetahuan tentang PBK. Saya berharap dari yang hadir pada kesempatan ini, gaungnya bisa terasa ke 50 juta penduduk Jabar,” tutur Noneng.\

Kegiatan Bulan Literasi PBK 2024 akan dilaksanakan di 11 kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Batam, Manado, dan Pontianak, dengan target peserta 1,5 juta orang.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya melaporkan, selama bulan literasi PBK yang akan berlangsung sebulan penuh, diisi dengan berbagai kegiatan seperti seminar online dan offline, talk show, podcast, training goes to campus, dan market update.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida