Inovasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas, Strategi UPI Tingkatkan Kualitas Kesehatan Penyandang Disabilitas

Kota Bandung, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, MA menjelaskan,
pengembangan inovasi dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) merupakan salah satu program unggulan UPI.

Inovasi ini dikembangkan melalui Program Studi Pendidikan Khusus, dengan berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sasaran program ini adalah guru, orang tua dan penyandang disabilitas.

Didi menjelaskan inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya remaja dengan disabilitas rentan, mengalami masalah kesehatan reproduksi, pelecehan seksual dan keterbatasan kognitif karena hambatan yang dimiliki.

“Permasalahan ini harus dicegah dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif,” kata Didi Sukyadi, Jumat (10/1/2025).

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. dr. Riksma Nurahmi, R. A, M.Pd menyampaikan, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang sering dihadapi dalam pembelajaran kesehatan reproduksi dan seksualitas penyandang disabilitas.

Baca Juga  Enam Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Belum Ditemukan

Adapun bentuk kegiatannya berupa pelatihan inovatif penggunaan media Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual (PKRS) serta pendampingan penggunaan modul digital interaktif dalam pemahaman kesehatan reproduksi dan seksualitas pada anak autis.

“Melalui media digital interaktif seperti Augmented Reality (AR) dan modul digital, pelatihan ini memberikan pendekatan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan anak autis,” jelas Riksma.

Pada kegiatan ini, Dr. Iding Tarsidi, M.Pd sebagai ketua tim pengabdian kepada masyarakat, dengan mengusung tema teknologi sebagai dasar dalam melakukan pelatihan Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada guru- guru di sekolah luar biasa (SLB).

Tujuan dari pelatihan tersebut adalah meningkatkan kompetensi guru sekolah luar biasa dalam menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan materi atau topik kompleks tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas secara visual dan interaktif pada kepada siswa berkebutuhan khusus.

Baca Juga  Banjir dan Longsor Terjang Kota Manado, Satu Warga Meninggal

Sedangkan pada Kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya berupa pelatihan Model In-On-In, dalam mengimplementasikan Pendidikan Kesehatan reproduksi dan seksualitas (PKRS) bagi guru sekolah luar biasa yang diketuai oleh Dr. Tati Hernawati, M.Pd.

Kegiatan dalam model In-On-In melibatkan pelatihan intensif di kampus UPI (Tahap In), penerapan di lapangan dengan pendampingan (tahap On) dan diskusi evaluatif hasil lapangan (Tahap In) untuk menyempurnakan strategi pembelajaran.

“Materi yang diajarkan meliputi anatomi organ tubuh manusia, perbedaan pubertas pada laki-laki dan perempuan, spektrum autistik, kesehatan reproduksi, pendidikan kesehatan reproduksi,” ucap Iding.

Ia mengatakan, pelatihan ini memberikan pemahaman kepada guru mengenai pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas pada materi anatomi tubuh, pubertas dan kekerasan berbasis gender.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan guru, dalam mengajarkan materi yang kompleks dan sensitive,” ucapnya.

Editor : Adi
Sumber :  UPI