Road To Pekan Reksadana 2026, Dorong Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Wartawan dan Mahasiswa

Kota Bandung, BriliaNews.com – Dalam rangka meningkatkan literasi dan edukasi reksa dana kepada masyarakat, khususnya di Jawa Barat, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO), mengadakan Road To Pekan Reksadana 2026, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan Program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APDRI 2026).

Dalam kegiatan Road To Pekan Reksa Dana 2026, APDRI didukung oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengadakan roadshow di 6 kota, yaitu Surabaya (7-8 April), Semarang (9-10 April), Medan (14-15 April), Makassar (16-17 April), Kota Bandung (20-21 April) dan Palembang (23 April).

Road to Pekan Reksa Dana di Kota Bandung sendiri diawali dengan kelas edukasi investasi bagi wartawan dan mahasiswa, yang dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di Jabar yang telah bekerja sama dengan Galeri Investasi BEI.

Universitas tersebut ialah Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Islam Negeri Bandung (UIN), Universitas Sangga Buaya YPKP, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Informatika dan Bisnis (UNIBI).

Sebagai puncak rangkaian kegiatan SOSEDU APRDI 2026, pada 27 April 2026 mendatang akan diselenggarakan seremoni peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) dan Kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall BEI Jakarta.

Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 dan Pasar Modal Regional OJK Evie Sulistyani mengungkapkan, SOSEDU ADPRI juga akan menjadi agenda tahunan.

Kegiatan ini lahir untuk memperkuat pemahaman yang lebih mendalam mengenai reksa dana.

Evie mengungkapkan, jumlah investor reksa dana tiap tahun terus meningkat, namun angkanya masih relatif kecil bila dibandingkan total populasi usia produktif di Indonesia.

“Berdasarkan data SID dari KSEI, hingga akhir tahun 2025, ada 19,2 juta SID, tumbuh 3,23 persen dari 18,6 juta SID di tahun 2024.

Baca Juga  Peringatan Pujabakti Waisak Jawa Barat 2570 TB/ 2026, Digelar di pelataran Candi Jiwa Dan Candi Blandongan Karawang

Dana kelola (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 juga tumbuh 35,06 persen menjadi sebesar Rp679,24 triliun, bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp502,92 triliun.

Per Maret 2026, nilai ini masih terus tumbuh Rp 695,71 triliun tumbuh 3,02 persen.

Pertumbuhan AUM Reksa Dana paling tinggi ada pada jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap, diikuti Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Terproteksi dan Reksa Dana Saham.

Secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19 persen dari Rp804,87 triliun pada akhir tahun 2024 menjadu Rp1.007,65 triliun di akhir 2025.

Per Maret 2026, angka ini tumbuh menjadi Rp1.084 triliun, atau tumbuh 3,97 persen.

“Pertumbuhan ini menunjukkan adanya ruang pertumbuhan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi masih sangat terbuka,” ujar Evie.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk menumbuhkan literasi dan kepercayaan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem investasi agar berkembang secara selaras dan berkelanjutan.

“Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) merupakan salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut. Program ini diharapkan dapat memperluas akses investasi bagi masyarakat serta menumbuhkan budaya investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang,” ujar Evie.

Kepala OJK Provinsi Jabar Darwisman menyambut baik adanya program edukasi ini.

Ia menilai keberhasilan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, tidak hanya bergantung pada regulator dan pelaku industri, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Oleh karena itu, kelas edukasi PINTAR Reksa Dana bagi wartawan menjadi langkah strategis untuk peningkatan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip investasi yang terencana dan berkala,” tutur Darwisman.

Baca Juga  DLH Jabar Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Sungai Cimeta Bandung Barat

Ia berharap kegiatan ini akan berdampak pada semakin banyaknya masyarakat yang menjadi investor cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut Darwisman menekankan, kegiatan PINTAR Reksa Dana bukan hanya sekedar kampanye, namun gerakan untuk menumbuhkan budaya investasi yang disiplin, berorientasi jangka panjang, dan sesuai dengan profil resiko masyarakat, serta menjadikan media sebagai mitra penting dalam memperluas literasi keuangan, baik di Jabar maupun Indonesia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan APRDI, Mauldy Rauf Makmur mengatakan, tumbuh signifikannya dana kelolaan Reksa Dana di tahun 2025, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.

Ia menegaskan, kinerja positif yang didukung pertumbuhan investor, khususnya generasi muda, menjadi momentum penting bagi industri untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.

“Melalui rangkaian SOSEDU APRDI 2026, kami ingin menyampaikan edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa, serta mendorong partisipasi aktif para peserta melalui kompetisi kreatif, yaitu lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa,” ujar Mauldy.

“Dengan pendekatan yang lebih aktif dan kreatif ini, kami ingin mendorong peningkatan pemahaman investasi Reksa Dana, sehingga masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Mauldy mengungkapkan APRDI telah menyiapkan hadiah menarik dengan total Rp 55 juta dalam kompetisi lomba penulisan artikel bagi wartawan dan pembuatan instagram reel bagi mahasiswa.

Pengumuman lomba akan dilaksanakan pada 17 Juni 2026 melalui akun instagram @ReksaDanaAja.

Seluruh karya yang diikut sertakan dalam lomba, baik dari wartawan maupun mahasiswa, wajib dipublikasikan selama periode Pekab Reksa Dana 2026 dari tanggal 25 April – 1 Mei 2026.

Pewarta. Adi