Kota Cimahi, Brilianews.com – Di masa lalu, pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Jawa Barat (Jabar), hanya bertumpu pada kegiatan pelatihan formal yang disediakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jabar.
Dengan momentum implementasi Jabar Corporate University yang diluncurkan tahun 2020, terjadi perubahan besar dalam tata Kelola pengembangan kompetensi ASN.
Semua perangkat daerah baik di lingkup Pemprov. Jawa Barat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Kota yang mengampu pengembangan SDM, dapat terlibat aktif dalam proses perencanaan, analisa dan tata kelola proses pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN.
Hal itu disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom).
Musrenbangkom Jabar untuk pertama kalinya digelar pada Kamis (24/02/2022), di Aula utama BPSDM Jabar di kota Cimahi.
“Musrenbang yang digelar pertama kali ini, saya nilai penting untuk merespon isu-isu strategis seperti RPJN ASN Juara, Pandemi Covid-19, industri 4.0 dan 5.0,” kata Kepala BPSDM Jabar Hery Antasari secara virtual kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).
Menurut Hery Antasari, penyelenggaraan Musrenbangkom sebagai bagian dari Jabar CorpU ini, terinspirasi dari proses Musyawarah Rencana Pengembangan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Ia berharap, melalui misi Musrenbangkom Jabar CorpU terjalin komitmen bersama dalam pengembangan SDM, melalui perjanjian kerja sama dan berita acara dengan semua perangkat daerah dan pemerintah daerah kabupaten kota di Jawa Barat.
Selain itu juga menyamakan frekuensi di top mind seluruh stakeholders pemerintahan dan unit kerja/ kepala perangkat daerah, tentang pentingnya pengembangan SDM melalui kolaborasi.
“Kekurangan kita adalah berkomitmen, karena masih banyak stakeholder yang beranggapan bahwa pengembangan SDM hanya tanggung jawab BPSDM, BKD dan Biro Organisasi Provinsi Jawa Barat,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Hery Antasari, Musrenbangkom menjaring dan memetakan kebutuhan jenis pengembangan kompetensi dari seluruh lembaga dilingkungan pemerintah daerah provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kota.
Lalu, membuat basis data dengan mengintegrasikan dan mengharmonisasikannya dengan kebijakan pengembangan kompetensi yang sudah ada di RPMN/RPJMD dan Ranwal RKPD, secara top down.
Akhirnya, hasil analisa menghasilkan keputusan tentang prioritas kegiatan yang akan diakomodasi dalam RKPD 2023 dan tahun selanjutnya, sesuai penyelarasan dengan rencana timeline dalam RKPD.
“Kini, BPSDM Jabar lebih bertindak sebagai motor penggerak dari dinamika Jabar CorpU. Semua diupayakan dalam menyukseskan misi Jabar Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi, ” ucapnya.
Sementara itu ketika membuka Musrenbangkom, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, dalam implementasi Jabar Corporate University harus ada kolaborasi dan sinergi yang kuat antara BPSDM dengan perangkat-perangkat daerah, bahkan dengan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Beragam model proses pembelajaran harus dapat dikembangkan, namun tepat sesuai kebutuhan masing-masing.
“Sehingga peningkatan kompetensi yang dicapai, benar-benar mendukung kesuksesan misi pembangunan di Jawa Barat, ” tegas Setiawan. (Ida)






