Bandung, Brilianews.com – Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin, antisera, alat kesehatan, dan produk life sciences, menjajaki rencana kerja sama dengan sebuah lembaga riset Stem Cell and Cancer Research (SCCR).
Penjajakan awal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Sri Harsi Teteki dan Assoc Prof. DR. Agung Putra. Director of SCCR, pekan lalu di Bandung.
Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Sri Harsi Teteki menuturkan dengan nota kesepahaman ini, Bio Farma dapat menghilirisasi hasil – hasil penelitian dari lembaga penelitian yang mempunyai inovasi dalam bidang bioteknologi.
“Dalam masa pandemi ini, Bio Farma sudah menghasilkan setidaknya 3 produk yang dihasilkan dari kerja sama dengan start-up, dalam menghasilkan kit diagnostik untuk tracking and tracing seperti RT-PCR m-BioCov, Bio-Vtm dan yang terbaru adalah Biosaliva sebagai metode pengambilan sampel PCR Test dengan metode kumur (gargle PCR)”, ungkap Sri Harsi.
Ia menambahkan, Bio Farma membuka lebar untuk melakukan hilirisasi hasil riset anak bangsa, yang sesuai dengan standar / kriteria industri.
Sementara itu Director of SCCR Agung Putra menyatakan pihaknya menyambut baik penjajakan awal kerjasama produksi dan distribusi Secretome temuan anak bangsa, yang sangat bermanfaat dalam mengatasi pandemi Covid19, ” ujarnya.
Agung berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik demi kemajuan bangsa Indonesia kedepan.
“Saya yakin negara kita memiliki keunggulan dibidang Bio Science, mengingat negara kita kaya akan sumber hayati. Kita harus kembali ke alam, ” pungkasnya. (Ida)






