1.706 Lulusan UPI Diwisuda, Rektor : Belajar Sepanjang Hayat Hadapi Perubahan

Kota Bandung, Brilianews.com – Sebanyak 1.706 lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mengikuti upacara wisuda secara luring dengan tetapkan menerapkan protokol kesehatan.

Lulusan yang diwisuda pada gelombang II tahun 2022 ini, terdiri atas jenjang diploma (D3) 19 orang, jenjang sarjana (S1) 1.324 orang, jenjang magister (S2) 283 orang dan jenjang doktor (S3) 80 orang,
dari semua fakultas, kampus daerah, dan sekolah pasca sarjana UPI.

Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin mengatakan, upacara wisuda dilakukan secara full luring, setelah dua tahun UPI tidak mengadakan wisuda secara langsung.

“Pada hari ini diwisuda 1.700 lebih. Dan itu berasal dari semua fakultas, kampus daerah dan sekolah pasca sarjana,” ujar Rektor kepada wartawan, usai upacara Wisuda di Gedung Gymnasium Kampus UPI Bumi Siliwangi Bandung, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga  Flyover Pasupati Akan Berganti Nama Jadi Jalan Prof. Mochtar Kusumaatmadja

Solehuddin mengatakan, dengan wisuda secara luring menunjukkan bahwa perkuliahan akan dilaksanakan secara luring lagi, dimana kuliah awal akan dimulai pada bulan September mendatang

“Kuliah awal nanti pada September, kita kuliah luring lagi sepenuhnya,” ucapkan Rektor.

Namun demikian tegas Rektor, harus tetap menetapkan protokol kesehatan, mengingat masih adanya kasus-kasus Covid-19 varian baru.

“Kebiasaan protokol kesehatan harus tetap dijaga, karena sampai hari kelihatannya masih ada kasus-kasus yang terinfeksi (Covid-19). Pembiasaan yang baru, protokol kesehatan tetap terjaga,” tuturnya.

Baca Juga  Bey Machmudin Lepas Club Bandung Bjb Tandamata Berkompetisi di Proliga 2024

Kepada para wisudawan, Solehuddin berharap untuk terus belajar, sehingga mampu menghadapi tantangan jaman yang terus berubah.

“Ini era kan berubah terus, tantangan berubah terus. Apalagi dunia kerja terus berkembang. Oleh karena itu saya berharap bahwa mereka-mereka itu menjadi lulusan yang bisa selalu belajar sepanjang hayat dan bisa beradaptasi dengan tantangan perubahan,”

“Jangan terlalu berpikir linear lah pada kesempatan ini. Berfikirnya harus agak-agak kreatif, agak lateral lah, agak zig zag dikit, tergantung situasi dan kondisi. Punya kapasitas punya kemampuan punya daya adaptibilitas tinggi dan mau belajar sepanjang hayat,” pungkasnya. (Adi/ Afr)