Kab. Karawang, BriliaNews.com – Bio Farma, induk Holding BUMN Farmasi, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Forum CSR Tenant Indotaisei dalam penanaman mangrove di Pesisir Pantai Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Dalam penanaman mangrove yang melibatkan komunitas lingkungan Cipta Pesona Desa, Bio Farma menyumbangkan 600 bibit pohon mangrove jenis rhizophora.
Bio Farma juga merupakan satu-satunya BUMN yang terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove di Pesisir Pantai Karawang.
Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir mengatakan, Bio Farma memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan lingkungan. Kegiatan ini, bukan kali pertama.
Sebelumnya, kata Honesti Bio Farma menyumbangkan 2.000 tanaman keras, untuk ditanam di kawasan gunung Masigit Kareumbi Kabupaten Bandung.

“Sebelumnya pada peringatan Hari Lahan Basah Sedunia, Bio Farma telah melakukan penanaman 2.000 pohon keras di Gunung Masigit Kareumbi, untuk memperbaiki fungsi hutan dan membantu air agar terserap ke dalam tanah,” ujar Honesti, Sabtu (11/2/2023).
Menurut Kepala Divisi TJSL Bio Farma Tjut Vina penanaman mangrove, dimaksudkan untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan. Karena,
tanaman Mangrove merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh, sehingga dapat meredam gelombang besar termasuk tsunami.
“Oleh karena itu, pohon mangrove sangat penting sekali untuk mencegah efek dari terjadinya bencana alam, ” ungkap Tjut Vina.
Di saat yang sama, Ketua Forum CSR Tenant Indotaisei, Syaipul Alamsyah, menyampaikan, pemilihan Muarabaru sebagai lokasi penanaman mangrove, karena adanya kekhawatiran pesisir pantai Karawang mengalami kondisi seperti pesisir di wilayah lain yang mengalami abrasi.
“Penanaman mengrove ini diharapkan dapat mencegah terjadinya abrasi, yang dapat mengancam masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai,” tuturnya.
Penanaman mangrove di pesisir pantai Karawang ini, mendapat apresiasi dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang, Dindin Rachmadhy.
”Kami selaku pemerintah daerah mengucapkan terima kasih, atas kontribusi atau dukungan dari dunia industri untuk menjaga garis di pesisir pantai. Dengan adanya penanaman mangrove ini, kami berharap dapat memberikan manfaat baik secara lingkungan maupun dari sektor ekonomi,” ucapnya.
Ketua komunitas Cipta Pesona Desa, Ahmad Fatoni menyampaikan penanaman pohon mangrove ini, untuk mengembalikan kondisi lingkunan menjadi lebih ramah bagi masyarakat.
“Tujuan kami mengembalikan kondisi lingkungan yang lebih ramah terhadap masyarakat, karena sudah kita ketahui cuaca pasang ekstrem sudah sering terjadi di Indonesia, sekaligus mengembalikan ekosistem yang sekarang sudah mulai menurun,” ujarnya.
(Adi)






