Angkutan Umum Bus Kalah Bersaing Dengan Travel, Ini kata Legislator Buky Wibawa

Kota Bandung, BriliaNews.com – Anggota DPRD provinsi Jawa Barat Dr Buky Wibawa Karya Guna, membantah anggapan terminal tipe B Ciledug di Kabupaten Cirebon sepi penumpang karena angkutan bis kalah bersaing dengan angkutan travel pada rute yang sama.

Menurutnya, terminal tersebut cukup luas namun informasinya jumlah bus yang masuk ke terminal tidak signifikan dengan fasilitas terminal sehingga terkesan sepi.

“Kalaupun disebut ada gangguan dari travel akibat pola transportasi yang terus berkembang, itu jadi tantangan baru yang harus dihadapi dengan meningkatkan pelayanan,” kata Buky kepada awak media di Bandung baru-baru ini.

Buky mengatakan terminal Ciledug yang baru direvitalisasi, dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan layanannya juga bagus. Tapi kalau moda transportasinya tidak mengimbangi dengan meningkatkan layanan, maka akan ditinggalkan.

Calon penumpang kata Buky pada ahirnya akan beralih ke angkutan umum lainnya yang memberikan kenyamanan dan lrbih efisien, walau tarifnya relatif lebih tinggi dari bis. Mau tak mau ada persaingan. Ini harus dijawab oleh pengusaha transportasi.

Baca Juga  Sari Sundari Ajak Kelompok Wanita Tani Ambil Bagian Dalam Agribisnis

“Kalau pemerintah menurut saya sudah memberikan fasilitas yang memadai semaksimal mungkin,” ujarnya sekretaris fraksi Gerindra Persatuan tersebut.

Seperti diketahui, dari 11 terminal tipe B yang dikelola Pemprov Jabar, baru terminal Ciledug yang sudah direvitalisasi. Dengan biaya Rp50 milyar terminal diatas lahan seluas 7.924 m2 yang sebelumnya kumuh dan bau, kini menjadi terminal megah.

Terminal ini dilengkapi dengan fasilitas berdagang dan layanan publik seperti tempat pemeriksaan kesehatan dan pengurusan KTP.

Sedangkan revitalisasi terminal Cikarang di Bekasi dengan anggaran Rp 24,7 milyar masih dalam progres.

Terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) pada jalan provinsi di Jawa Barat, Buky menyebut masih kurang. Terlebih lampu PJU yang sudah ada terutama PJU dengan tenaga surya, banyak yang hilang karena dicuri.

Baca Juga  Penurunan Produksi Susu Dampak Wabah PMK, Perlu Solusi

“Pada beberapa titik yang kita pantau di Purwakarta, lampu-lampu dan alat penunjang lampu tenaga surya, pada hilang tinggal tiangnya,” sesalnya.

Menurut Buky Wibawa yang juga sekretaris Komisi IV DPRD Jabar, selain PJU Dishub Jabar juga kekurangan kendaraan Skylift untuk perawatan dan perbaikan lampu – lampu PJU yang rusak.

“Jumlah kendaraan skylift saat ini sangat minim, sehingga kita dorong untuk ditambah. Kalau hanya punya 1-2 kendaraan skylift, sangat minim untuk percepatan layanan fasilitas jalan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada setiap rapat pembahasan anggaran dengan mitra, Komisi IV selalu mendorong agar fasilitas lalulintas diprioritaskan.

“Misalnya, jalan yang sudah mulus oleh Binamarga, harus diimbangi dengan fasilitas lalulintas bukan hanya marka jalan tapi juga PJU, ” pungkasnya.

Pewarta : Adi
Editor       : Afrida