Bio Farma Serahkan Hibah 300 Vaksin HPV ke RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten

Kota Bandung, BriliaNews.com – Bio Farma, sebagai induk Holding BUMN Farmasi mendukung langkah Pemerintah, untuk menekan angka kasus kanker leher rahim dengan menyediakan 300 dosis vaksin HPV (human papilloma virus) di Klaten, Jawa Tengah.

Serah terima hibah vaksin dilakukan dengan penandatanganan Berita Acara oleh VP Hubungan Kelembagaan dan Transformasi Layanan Medis Bio Farma, Hidayat Setiadji dan Plt. Direktur Utama RSST dr. Sholahuddin Rhatomy di Unit Imunicare RSST,
Jumat, (17/1/2025).

Vp. Hubungan Kelembagaan dan Transformasi Layanan Medis Bio Farma, Hidayat Setiadji mengatakan penyerahan produk vaksin HPV ini merupakan bentuk komitmen Bio Farma Group dalam menekan angka kanker serviks.

“Kami menyiapkan vaksinasi HPV sebanyak 300 dosis, sebagai langkah nyata Bio Farma Group untuk menurunkan angka kanker leher rahim atau kanker serviks di Indonesia,” ujar Hidayat.

Baca Juga  HUT Kemerdekaan RI KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Tiket Promo Cuma Bayar 79 Persen Hingga Potongan Harga 50 Persen

Ia menambahkan, hibah 300 dosis pertama ini untuk vaksinasi usia 11 sampai 55 tahun.

Pada tahun 2024, Bio Farma Group telah menyiapkan 3 – 4 juta dosis vaksin HPV untuk kebutuhan dalam negeri, sedang tahun ini lebih dari 6 juta dosis.

Hidayat menegaskan, Bio Farma membantu pemerintah dalam rangka public to private, yakni pemerintah dan BUMN bersama-sama meningkatkan cakupan imunisasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan ketahanan kesehatan nasional.

“Saat ini Bio Farma sudah mempersiapkan lebih dari 6 juta dosis untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagai tambahan dari tahun sebelumnya dimana kita juga sudah siapkan 3 – 4 juta dosis,’’ ujar Hidayat.

Di lain pihak, Plt. Direktur Utama RSST dr. Sholahudin Rhatomy menyampaikan apresiasinya kepada Bio Farma Group, serta rencana kedepan dalam penanganan kanker serviks di RSST.

Baca Juga  Ridwan Kamil : Pekan ini Jabar Bebas Zona Merah, Bukan Berarti Prokes Kendur

“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan cakupan imunisasi HPV di daerah Klaten dan sekitarnya. Selain itu kedepannya, kami juga mempersiapkan fasilitas onkologi untuk pusat penanganan kanker yang rencananya akan selesai pada tahun 2026, sebagai upaya kami dalam menangani kasus kanker serviks, baik secara pencegahan maupun terapi pengobatan,” papar dr. Sholahudin.

Sebagai informasi, HPV adalah jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi pada permukaan kulit, umumnya berupa kutil di beberapa area tubuh, seperti bahu, wajah, kaki, hingga area kelamin. Selain itu, virus HPV adalah virus yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks pada perempuan. Namun, infeksi virus HPV sebetulnya dapat menyerang siapa saja, baik pria (20–24 tahun) maupun wanita (16–19 tahun).

(Adi)