Bio Farma Sediakan Vaksin Tetanus untuk Personil TNI dan Basarnas RI dalam Misi Kemanusiaan ke Myanmar

Jakarta, BriliaNews.com – Bio Farma berkomitmen mendukung misi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan 200 dosis vaksin tetanus kepada personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), yang akan bertugas membantu korban bencana gempa di Myanmar.

Bantuan vaksin ini telah diserahkan melalui Kementerian Kesehatan kepada Pemerintah Myanmar pada 31 Maret 2025.

Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki menyampaikan, sebagai bagian dari kepedulian dalam bidang kesehatan global, Bio Farma menyediakan vaksin tetanus-difteri guna melindungi para personil TNI dan Basarnas selama menjalankan misi kemanusiaan di daerah terdampak bencana.

“Bio Farma turut berduka cita atas bencana yang menimpa Myanmar. Kami memberikan bantuan berupa 200 dosis vaksin Td kepada personil bantuan kemanusiaan, yang akan diberangkatkan ke Myanmar untuk mewakili Indonesia dalam penanggulangan bencana gempa yang terjadi pada 28 Maret 2025,” ungkap Teki, Rabu (2/4/2025).

Baca Juga  RS Muhammadiyah Bandung Putuskan Sementara Kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Kami memahami pentingnya perlindungan kesehatan bagi para relawan yang akan terjun langsung ke wilayah bencana. Melalui bantuan penyediaan vaksin tetanus ini, kami berharap dapat memastikan keselamatan dan kesehatan mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” tambahnya.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Negara – Negara ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’) dalam pernyataan resminya menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat di lingkup ASEAN, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), serta berbagai instansi dan pemangku kepentingan lainnya untuk penanggulangan bencana di Myanmar dan Thailand.

Baca Juga  Menteri BUMN Erik Thohir : Indonesia Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Tech-Savvy

“ASEAN menjunjung tinggi solidaritas dan bekerja sama untuk mengkoordinasikan bantuan, dan dukungan kemanusiaan di daerah terdampak),” ungkapnya pada pernyataan ASEAN Foreign Ministers pada 30 Maret 2025.

Ia, memastikan bantuan yang diberikan dapat tersalur tepat waktu dan secara efektif, dibawah pengawasan dan bantuan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre).

Sebagai informasi, bencana gempa terjadi di Myanmar dengan magnitudo 7,7 skala richter mengguncang beberapa daerah di Myanmar dan Thailand pada Jumat, 28 Maret 2025.

Menurut laporan pemerintah setempat pada Minggu (30/08), bencana ini menyebabkan sekitar 1.700 korban jiwa, 3.400 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 300 orang masih dinyatakan hilang.

(Adi)