Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Fokus Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Kota Bandung, BriliaNews.com – Dalam menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang JPL 165A Jalan Laswi, Kota Bandung, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengguna jalan akan pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang, terutama menjelang meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api pada masa Angkutan Lebaran.

“Hari ini kita melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan jalur kereta api, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api,” tutur Executive Vice President Daop 2 Bandung Hendra Wahyono.

Apalagi, lanjut Hendra, pada angkutan Lebaran per 11 Maret, rencananya KAI Daop 2 Bandung juga akan menambah 8 KA tambahan, baik ke Yogya, Solo, Putoarjo, maupun Surabaya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan oleh jajaran manajemen KAI Daop 2 Bandung, beserta sejumlah komunitas pecinta kereta api (railfans) di wilayah Daop 2 Bandung, antara lain Railfans Cimahi, Railfans Cianjur, Garut Railfans, Kereta Anak Bangsa, serta Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).

Hendra menegaskan keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan, terlebih menjelang Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan selamat dan tepat waktu. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya pengguna jalan di perlintasan sebidang,” ujarnya.

Baca Juga  Hingga 10 Hari Angkutan Nataru 2024/2025, Ketepatan Waktu Keberangkatan Kereta Mencapai 99,5 Persen

Petugas KAI bersama komunitas railfans memberikan edukasi langsung kepada pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, agar selalu berhenti ketika sinyal berbunyi, palang pintu mulai menutup, tidak menerobos perlintasan, dan berhenti sejenak tengok kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta api melintas ketika akan melewati perlintasan sebidang.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, KAI Daop 2 Bandung kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel kereta api.

Larangan tersebut mencakup berjalan kaki di atas rel, berfoto, bermain, hingga kegiatan ngabuburit di sekitar atau di jalur rel yang kerap terjadi menjelang waktu berbuka puasa.

Ia menegaskan, aktivitas tersebut sangat berbahaya karena jalur rel merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.

“Bertepatan dengan Bulan Ramadhan, biasanya ada kegiatan menunggu azan magrib yang namanya ngabuburit. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur kereta api sebagai tempat duduk-duduk, berjualan, atau menunggu azan magrib, sehingga perjalanan kereta api lancar, dan masyarakat terhindar dari bahaya,” tutur Hendra.

KAI menegaskan bahwa jalur rel bukanlah ruang publik.

Setiap orang yang berada di jalur rel tanpa kepentingan operasional dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Perkeretaapian.

Baca Juga  PT KAI Kembali Membuka Gedung Bersejarah Lawang Sewu

Ancaman sanksi pidana maupun denda dapat diberlakukan bagi pihak yang dengan sengaja melanggar ketentuan tersebut dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami menghimbau masyarakat tidak menggunakan jalur kereta api untuk duduk-duduk, jualan ataupun menunggu magrib, agar perjalanan kereta api bisa berlangsung dengan baik, dan masyarakat terhindar dari bahaya,” tuturnya.

Hendra menjelaskan, kegiatan sosialisasi keselamatan ini merupakan agenda rutin yang secara konsisten dilaksanakan oleh KAI Daop 2 Bandung.

Tidak hanya di perlintasan sebidang, edukasi juga dilakukan langsung kepada warga serta sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur rel.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama stakeholder terkait dan komunitas railfans di wilayah Daop 2 Bandung sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun budaya tertib dan peduli keselamatan perkeretaapian.

Melalui kegiatan sosialisasi yang berkelanjutan ini, KAI Daop 2 Bandung berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kecelakaan di perlintasan sebidang maupun gangguan perjalanan akibat aktivitas di jalur rel dapat diminimalisir.

Hendra menilai, sinergi antara KAI, stakeholder, komunitas railfans, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan perjalanan kereta api yang selamat dan andal selama Angkutan Lebaran 2026.

“Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan momen kebersamaan bersama keluarga dengan penuh kenyamanan,” tutupnya.

(Adi)