RUPST Tahun Buku 2025, PT Sinkona Indonesia Lestari Siap Akselerasi Lini Bisnis

Jakarta, BriliaNews.com – PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Kantor Pusat Kimia Farma, Jakarta.

Melalui pengesahan laporan tahunan ini, produsen kina dan minyak atsiri dunia tersebut mempertegas arah pengembangan bisnisnya menuju produk natural extract guna menembus pasar industri global natural healthcare.

Sebagai entitas yang sahamnya dimiliki oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk (bagian dari Bio Farma Group) dan PT Perkebunan Nusantara 1, hasil RUPST ini memperkuat sinergi strategis PT Sinkona Indonesia Lestari dalam ekosistem BUMN.

Perusahaan sukses mencatatkan performa operasional yang kuat, melalui efisiensi produksi dan penguatan penetrasi pasar internasional.

Baca Juga  Bio Farma Libatkan Karyawan Dalam Program Mangrove For Life Jaga Keberlanjutan Ekosistem Pesisir

Pencapaian positif ini tidak terlepas dari transformasi kepemimpinan sejak Juli 2022, dimana Manajemen
menetapkan peta jalan strategis yang jelas.

Periode 2022 hingga 2023 menjadi fase krusial untuk melakukan penataan total dan pembenahan internal. Memasuki 2024 dan 2025, fokus dialihkan pada penguatan fondasi bisnis di semua lini.

Langkah terstruktur ini terbukti berhasil membawa perusahaan meraih kinerja positif sepanjang tahun buku 2025.

Direktur Utama PT Sinkona Indonesia Lestari, Wisnu Sucahyo menyatakan, bahwa pencapaian ini menjadi pijakan kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya.

“Kinerja positif pada 2025 menjadi bukti nyata bahwa fondasi bisnis kami sudah kokoh,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga  Tantangan dan Peluang Investasi di Kawasan Rebana Jabar

Ia menyatakan saat ini pihaknya siap memulai fase ekspansi agresif di tahun 2026. “Melalui momentum RUPST ini, kami menegaskan kesiapan untuk memperkokoh posisi perusahaan di pasar global dan nasional, sekaligus mengambil peran sentral dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” tuturnya, Selasa (23/6/2026).

Wisnu Sucahyo
mengungkapkan sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil mengoptimalkan lini bisnis ekspor serta memperluas jangkauan pasar B2B nasional untuk produk minyak atsiri, termasuk melalui penguatan penetrasi brand Selensia.

“Momentum RUPST ini menjadi landasan utama bagi manajemen untuk memacu strategi pertumbuhan yang lebih agresif, termasuk rencana ekspansi dan peningkatan standar kualitas global pada tahun berjalan,” tutupnya.

(Adi)