PT Len Industri Perkuat Kompetensi Integrasi Sistem Energi untuk Mendukung Mobilitas Listrik

Kota Bandung, BriliaNews.com — PT Len Industri (Persero) terus memperkuat kompetensi rekayasa dan integrasi sistem energi, untuk mendukung pengembangan mobilitas listrik yang aman, andal, dan terukur.

Pengalaman Len dalam mengintegrasikan berbagai teknologi strategis, menjadi referensi untuk mengelola sistem kompleks yang melibatkan beragam subsistem, antarmuka teknis, aliran energi, dan pertukaran data.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, menjelaskan, mobilitas listrik tidak hanya berkaitan dengan kendaraan sebagai produk. Keandalannya juga ditentukan oleh keterhubungan baterai, manajemen daya, sistem kendali dan proteksi, infrastruktur pengisian, layanan, serta pengelolaan data.

“Setiap subsistem memiliki fungsi, karakteristik, dan ketergantungan teknis yang perlu diselaraskan, agar dapat bekerja secara aman dan konsisten sebagai satu kesatuan,” tuturnya, Rabu (12/8/2026).

Dalam bidang energi, Len memiliki pengalaman mengintegrasikan sistem kelistrikan lintas sektor, termasuk sistem on-grid, off-grid, dan hybrid. Sistem tersebut membutuhkan keterpaduan antara pembangkitan, penyimpanan, pengendalian, proteksi, dan penyaluran energi.

Pengalaman ini menjadi landasan teknis bagi Len, dalam memahami kebutuhan keterhubungan sistem energi pada mobilitas listrik.

Pembelajaran yang lebih spesifik diperoleh melalui pengembangan Electrical Bike Sprint. Kendaraan tersebut memberikan pengalaman teknis dalam mengintegrasikan sistem energi, kelistrikan, kendali, dan proteksi dalam satu platform kendaraan listrik.

Baca Juga  Tingkat Pemakaian Vaksin COVID-19 Jabar Sudah Mencapai 80 Persen

Dalam konteks ini, Sprint ditempatkan sebagai referensi pengalaman rekayasa Len dalam menerapkan integrasi berbasis data, pengujian, verifikasi, dan kesesuaian teknis antarsubsistem.

Penyebutan Sprint tidak dimaksudkan sebagai pernyataan mengenai kesiapan pasar, kinerja komersial, ataupun kesiapan suatu program kendaraan listrik.

Disiplin rekayasa tersebut juga diperkuat oleh pengalaman Len dalam mengembangkan Radar Ground Control Intercept (GCI). Sistem ini menuntut berbagai subsistem teknologi bekerja melalui antarmuka, parameter, aliran data, dan mekanisme verifikasi yang terdefinisi.

Lebih lanjut Joga mengatakan bahwa pengembangan mobilitas listrik membutuhkan pendekatan yang melihat kendaraan sebagai bagian dari sistem energi dan teknologi yang lebih luas.

“Baterai, manajemen daya, sistem proteksi, infrastruktur pengisian, dan pengelolaan data, tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Seluruhnya membutuhkan persyaratan dan antarmuka teknis yang jelas. Pengalaman Len dalam mengintegrasikan sistem kompleks menjadi referensi untuk menerapkan pendekatan yang disiplin, terukur, dan berbasis data,” ujar Joga.

Integrasi tidak berarti seluruh teknologi harus diseragamkan. Setiap produk dan infrastruktur dapat memiliki karakteristik berbeda, sepanjang perbedaan tersebut dikelola melalui antarmuka, parameter teknis, pertukaran data, standar, dan mekanisme verifikasi yang jelas.

Baca Juga  OJK Cabut Izin Usaha PT Crowde Membangun Bangsa

Sesuai ruang lingkup kompetensinya, Len berfokus pada penyelarasan antarmuka dan ketergantungan antarsistem, pengelolaan informasi teknis, serta penerapan pendekatan rekayasa berbasis data dan verifikasi.

Pelaksanaannya mengacu pada standar dan ketentuan yang berlaku serta data yang disampaikan oleh masing-masing pemilik sistem.

Kontribusi tersebut tidak menempatkan Len sebagai pemilik produk, produsen kendaraan, penetap standar, ataupun penjamin kinerja komersial. Spesifikasi dan keselamatan produk, harga, pembiayaan, kapasitas produksi, garansi, layanan purnajual, serta keputusan operasional, tetap menjadi kewenangan dan tanggung jawab pihak terkait pada bidangnya masing-masing.

Len juga menerapkan prinsip berbasis bukti dalam setiap komunikasi teknis. Informasi yang disampaikan harus memiliki sumber, pemilik data, bukti yang dapat ditelusuri, serta proses validasi yang jelas. Tingkat kesiapan setiap sistem diperlakukan sebagai proses bertahap dan tidak digeneralisasi menjadi klaim mengenai kesiapan keseluruhan.

Ke depan, Len akan terus memperkuat kompetensi integrasi melalui penyelarasan antarmuka, pemetaan ketergantungan sistem, pengelolaan kesenjangan teknis, serta pembuktian bertahap berdasarkan data dan verifikasi.

“Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Len dalam mendukung mobilitas listrik yang semakin aman, andal, efisien, dan berkelanjutan,” pungkas Joga.

(Adi)