Kembangkan Sineas Muda, Pemprov Jabar Dukung Bandung Independent Film Festival

Kota Bandung, Brilianews.com – Setelah satu tahun tertunda karena pandemi Covid-19, Bandung Independent Film Festival ke empat (BIFF#04), ahirnya bakal digelar ahir Juli 2022.

Bandung Independent Film Festival (BIFF) adalah ajang penganugerahan untuk filmmaker indie nasional atau pembuat film lepas tingkat nasional.

Director BIFF Adam Kurniawan mengatakan, BIFF#04 akan digelar pada tanggal 27 sampai 29 Juli 2022 di Bandung Creative Hub. Festival Film ini melibatkan peserta dari 34 kota di Indonesia.

“Semula akan digelar tahun lalu namun karena Covid-19, acaranya diundur jadi tahun 2022 ini,” kata Adam kepada wartawan disela Dinner Night BIFF Award di Bandung, Sabtu (23/7/2022).

Menurut Adam festival film independen tahun ini ini, berbeda dengan tahun sebelumnya, selain awarding juga merangkul para seniman tari, teater, fotografi, dan lukis. Dari 292 film yang masuk, tim juri melakukan kurasi hingga menjadi 18 film dengan kriteria film fiksi, film dokumenter, fiksi lokal dan dokumenter lokal.

“Lokal itu bukan betarti film-film lokal, tapi kita merangkul para filmmaker yang ada di Jabar. Kita ingin mengangkat film-film maker yang ada di Jabar,” ucap dia.

Dari 292 film yang dikurasi sebagian besar berasal dari Jawa Tengah, jawa Barat, sisanya dari Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Sedangkan tim juri antara lain Kang Rofi, Kang Iyus, teh Anggi, Senior Dokumenter Yuda Kurniawan, Toni Trismasanto, Film maker lokal Bandung Ali Bin Diar, Diopi dan Ketua ICS Anggi Friska.

Baca Juga  Anggota KORPRI Harus Tingkatkan Profesionalisme

BIFF yang digelar setiap tahun oleh Keluarga Mahasiswa TV dan Film Institut Seni Budaya Indonesia (KMTF ISBI) ini, mendapat dukungan dari Pemprov Jabar.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jabar Faiz Rahman menyatakan, dari sisi ekonomi kreatif BIFF sangat cocok untuk karakter Jawa Barat khususnya Kota Bandung sebagai Kota Kreatif.

“Mudah-mudahan ini menjadi motifasi seperti pesan Pak Gubernur, sebagai pembangunan manusia yang Juara.
Kebetulan Jabar juga menjadi tuan rumah Y20 di bulan ini, jadi kami berharap bisa jadi rangkaian dalam memeriahkan KTT Y20. Bahwa anak muda di Indonesia dan di Jabar menjadi motor penggerak dalam hal recovery pasca Covid-19,” ucap Faiz.

“Untuk itu, kami memfasilitasi acara ini agar bisa berlangsung lancar, tentunya juga dari sisi publikasi, dan juga mendorong kegiatan ini menjadi rutin di Jabar,” imbuhnya.

Baca Juga  Utamakan Keselamatan dan Pelayanan, Jajaran Direksi KAI Meninjau Kesiapan Mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 2 Bandung

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat,
Adiyana Slamet.

Dia menyatakan ekosistem penyiaran, termasuk kaum muda yang memiliki visi membuat konten positif dan inspiratif, harus di dorong.

Sebagai regulator yang menaungi lembaga penyiaran, KPID akan mendorong produk dan konten BIFF ini bisa masuk di lembaga penyiaran.

“Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa lembaga penyiaran khususnya televisi, kita harus mengapresiasi kawan kawan muda, bahwa konten-konten yang sesuai dengan regulasi, harus diapresiasi dan ditayangkan oleh televisi paling tidak yang ada di Jabar,” tegas dia.

Sementara itu Ketua Komisi I Bidang Penyensoran Lembaga Sensor Film (LSF) Dr. Nasrullah berharap, BIFF terus berkreasi dan melakukan apa yang menjadi ide-ide dan gagasan terbaik.

Nasrulallah meyakini kreativitas anak muda, bisa menghasilkan film bermutu.

Bagi LSF, kata Nasrullah film-film terbaik itu adalah film-film yang bermutu. Film-film yang secara visual bisa dinikmati, secara dialog bisa dimengerti, secara terjemahan, misalnya ada terjemahan dari bahasa daerah bisa dimengerti oleh orang lain.

“Kami secara legal formal akan memberikan surat, menerangkan film ini layak ditonton,” pungkasnya. (Afr/Adi)