Kota Bandung, BriliaNews.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Fraksi PKS Siti Muntamah, melaksanakan kegiatan reses III tahun sidang 2022-2023 di Kota Bandung.
Dalam kegiatan reses kali ini, Siti Muntamah fokus pada pemuda dan kader Posyandu.
“Karena Jabar merupakan penyumbang pengangguran tertinggi, sedang kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam mengawal isu stunting,” kata Siti Muntamah disela kegiatan reses, Jum’at (11/8/2023).
Menurut anggota Komisi V DPRD Jabar ini, diakhir masa jabatannya Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) masih punya “PR” yang belum selesai.
Salah satunya, Jabar itu penyumbang pengangguran tertinggi, dengan jumlah penggangguran 2,3 juta orang usia produktif naik dari sebelumnya di angka 2,1 juta orang.
Pengangguran di Jabar rata-rata berpendidikan SLTA, 14 persen diantaranya lulusan SMK.
“Salah satu penyebab penganguran naik adalah tidak matchingnya pelajaran dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujar Siti.

Siti menuturkan, salah satu solusi yang perlu dilakukan adalah SMK ini bisa berkembang mandiri, misalnya dengan menjual sebuah produk yang dikelola SMK itu.
Keuntungan dari penjualan produk tersebut digunakan untuk mengembangkan SMK itu sendiri.
Dari sisi materi pembelajaran, dikatakannya SMK harus melakukan inovasi.
“Contohnya tata boga. Hari ini sudah tidak bisa hanya membuat roti doang. Ada pastry-pastry, kemudian di cafe banyak anak muda yang tertarik dengan kopi, makanan-makanan pasta, dll,” tuturnya.
“Kalau nunggu dari pemerintah kan susah,” tuturnya.
Untuk solusi dari kami, dalam mengatasi pengangguran di usia produktif, tambah Siti, kami mengumpulkan anak-anak muda dalam beberapa event, untuk memberikan fasilitas pelatihan.
“Ada pelatihan tik tok, marketing digital. Ini kita berikan karena hari ini dengan konekting yang semakin luas, pengemabangan ekonomi kreatif menjadi lebih mudah,” ucapnya.
Kita kondisikan, ketika lulus sekolah dan tidak bisa diterima di salah satu perusahaan atau kita masih sulit mengembangkan wiraswasta, maka yang paling gampang adalah menjadi reseler.
“Salah satu modal reseler adalah tau dunia maya. Jadi kita kenalkan kemarin,” ucapnya.
“Di Kota Bandung, ekonomi kreatif harus dikembangkan, karena Bandung tidak punya pertanian, perkebunan, laut,” tegasnya.
Selain pemuda, kegiatan reses Siti Muntamah juga mengumpulkan kader Posyandu.
Siti Muntamah menyebut dari hasil pertemuan itu disimpulkan perlunya dilakukan peningkatan skill para kader Posyandu, karena mereka merupakan garda terdepan dalam mengawal isu stunting.
Sementata dana revitalisasi untuk meningkatkan skill para kader Posyandu kini dihapuskan. Untuk diketahui, jumlah Posyandu di Jabar sekitar 50 ribu.
“Dana revitalisasi yang pernah digelontorkan pada zamannya Aher (Gubernur Jabar Ahmad Heryawan) dalam rangka peningkatan kader Posyandu, sekarang tidak ada. Insentif sebesar Rp50.000 yang diberikan kepada mereka lewat rekening masing-masing pun, dikenai potongan baik pajak dan lain-lain,” ucapnya.
Ia menyebutkan aspirasi dari konstituen di daerah pemilihannya yang ditampung melalui kegiatan reses ini, diharapkan dapat menghadirkan solusi.
“Harapannya saat PJ Gubernur Jabar nanti masukan-masukan dari reses ini akan menguatkan hasil Musrenbang dan menghasilkan solusi,” tutupnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






