DPRD Jabar Dorong Akselerasi Inovasi Pengolahan Sampah di Cimahi

Kota Cimahi, BriliaNews.com – DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti persoalan serius terkait penanganan sampah yang masih dihadapi wilayah Bandung Raya, khususnya Kota Cimahi dan Kota Bandung.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Acep Jamaludin, S.Hum menilai, tingginya produksi sampah yang tidak diimbangi dengan kapasitas pengolahan dinilai telah memunculkan berbagai persoalan lingkungan.

“Di tengah problematika pengolahan sampah, seperti yang kita tahu Kota Cimahi dan Kota Bandung, terutama Bandung Raya, sedang menghadapi persoalan penanganan sampah. Produksi sampah sangat tinggi, sementara pengolahan dan pemanfaatannya masih rendah, sehingga memunculkan berbagai masalah,” ujar Acep saat melaksanakan kunjungan lapangan ke Bank Sumberdaya Sampah Induk Melong 26, Kota Cimahi, Rabu (14/01/2026).

Meski demikian, Acep mengapresiasi peran aktif kelompok masyarakat yang secara swadaya berkontribusi melalui pemikiran, tenaga, dan inovasi dalam mengatasi persoalan tersebut. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah produk Petasol, yakni pengolahan sampah plastik yang tidak bernilai menjadi bahan bakar sejenis solar.

Baca Juga  Sekda Herman Sampaikan Jawaban Gubernur Terkait Ranperda Pelaksanaan APBD 2024 dalam Rapat Paripurna

“Di tengah situasi yang kurang baik, hari ini banyak kelompok masyarakat yang secara swadaya berinvestasi dan berkontribusi. Salah satunya adalah produk Petasol, bagaimana sampah plastik yang tidak bernilai bisa diolah menjadi bahan bakar sejenis solar,” jelasnya.

Acep menambahkan, keunggulan inovasi tersebut tidak hanya terletak pada hasil olahan bahan bakarnya, tetapi juga pada kemandirian teknologi yang digunakan, mulai dari produksi mesin hingga pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.

Baca Juga  Pemkot Bandung dan PT Pos akan Buka Inkubasi Bisnis Untuk Kembangkan UMKM

“Bukan hanya itu, kelebihannya adalah memproduksi mesinnya sendiri, kemudian mengolah sampahnya dan menghasilkan elektrik. Ini adalah salah satu terobosan yang wajib hukumnya diakselerasi dan didukung oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Acep, DPRD berkomitmen untuk mendorong inovasi tersebut agar mendapat dukungan dan apresiasi yang lebih luas sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis karya anak bangsa.

“Saya sendiri berkomitmen, insyaallah, akan menjadikan ini sebagai salah satu agenda perjuangan agar mendapat apresiasi dan menjadi solusi atas persoalan sampah melalui hasil karya anak dalam negeri. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah berkontribusi pikiran dan tenaga untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan negara,” pungkasnya.

(Adi)