Kab. Bandung Barat, BriliaNews.com – PT Bio Farma (Persero) berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas generasi muda melalui program Bio Farma Mengajar.
Hal ini ditunjukkan dengan kegiatan yang dilaksanakan di SMK Surya Pertiwi Cililin dan SMP Negeri 3 Cililin di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan bertema “Tanggap Kebencanaan dan Pengelolaan Sampah”, merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar terhadap isu keselamatan, kesiapsiagaan, dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Program ini merupakan kolaborasi lintas fungsi di lingkungan Bio Farma, yang melibatkan Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Departemen Health, Safety, Environment (HSE) & Biorisiko, serta Departemen Umum.
Dalam kegiatan ini, Bio Farma menghadirkan edukasi yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma memandang keberlanjutan bisnis tidak hanya diukur dari kinerja korporasi, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Departemen TJSL Bio Farma, Guruh Susanto mengatakan, Bio Farma Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya melalui pendidikan dan penguatan kapasitas generasi muda.
Melalui program Bio Farma Mengajar, pihaknya tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga ingin menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap isu kebencanaan dan lingkungan.
Menurutnya, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui program yang edukatif, aplikatif, dan berdampak langsung.
“Kami percaya bahwa edukasi sejak dini merupakan salah satu kunci penting dalam membangun perilaku yang lebih siap, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” ujar Guruh.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar tanggap kebencanaan, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, langkah mitigasi risiko, hingga tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami serta dapat diterapkan oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat.
Selain edukasi kebencanaan, Bio Farma juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik melalui penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).
Para siswa diajak untuk memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber, mengurangi timbulan sampah, serta mengenali dampak lingkungan yang dapat timbul apabila sampah tidak dikelola dengan tepat.
Ia berharap dengan pendekatan edukatif ini, para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Kesadaran terhadap pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan bencana diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari bersama keluarga dan komunitas.
Program Bio Farma Mengajar menjadi salah satu wujud pelaksanaan komitmen TJSL Bio Farma dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif ini juga sejalan dengan peran Bio Farma sebagai bagian dari ekosistem Danantara yang terus mendorong BUMN untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Sebagai perusahaan life science yang telah berkontribusi bagi kesehatan masyarakat selama lebih dari satu abad, Bio Farma terus memperluas peran kebermanfaatannya melalui berbagai program edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan.
(Adi)






