ITB Terapkan Inovasi Apartemen Ayam-Maggot di Tamansari Bandung, Bisa Olah 250 Kg Sampah Organik Per Hari

Kota Bandung, BriliaNews.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan inovasi tepat guna untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan di kawasan perkotaan, berupa penerapan pengolahan sampah organik terpadu “Apartemen Ayam-Maggot” di RW 09, RW 11, dan RW 15, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan.

Apartemen Ayam tersebut mampu mengolah hingga 200–250 kilogram atau seperempat ton sampah organik dapur setiap hari.

Program ini diterapkan untuk memastikan wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan kampus, memiliki kemampuan mengelola limbahnya secara mandiri.

Konsep Apartemen Ayam yang digagas oleh Dr.rer.nat. Linus Ampang Pasasa, M.S. ini, merupakan pengembangan dari fasilitas serupa yang sebelumnya diterapkan di Pasirlayung, Kota Bandung.

Melalui konsep Apartemen Ayam-Maggot tersebut, Dr. Linus merancang struktur bangunan vertikal empat tingkat seluas 1 x 6 meter dengan tinggi 2,5 m.

Baca Juga  Reses II DPRD Jabar Tahun Sidang 2022-2023, Daddy Rohanady : Rutilahu Tetap Jadi Aspirasi Primadona

“Hal ini menjadi solusi pengolahan sampah di lahan sempit,” tutur Dr. Linus.

Ia menjelaskan, struktur ini mengintegrasikan dua sistem biologis secara vertikal, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan peternakan ayam.

“Kapasitasnya dirancang sangat efektif. Tempat ini memiliki 8 biopond maggot yang mampu mengolah Sampah Organik Dapur (SOD) hingga 200–250 kg per hari,” ujarnya.

Dibandingkan dengan pengomposan konvensional yang membutuhkan waktu berbulan-bulan dan ruang yang luas, kombinasi maggot dan ayam ini mampu menghabiskan sampah organik secara cepat dalam hitungan hari tanpa menimbulkan bau.

Selain menyelesaikan masalah limbah rumah tangga, inovasi ini mengusung rantai ekonomi sirkular. Sampah organik dapur yang telah dipilah warga dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Selanjutnya, maggot dan sisa makanan menjadi pakan bernutrisi tinggi bagi puluhan ekor ayam di fasilitas tersebut.

Baca Juga  Kota Bandung Panen Raya Jagung, Dukung Target Swasembada 2025

Hasil dari peternakan ayam bertingkat ini berupa telur yang akan didistribusikan kembali kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dalam tiga bulan ayamnya sudah produktif bertelur. Nanti telurnya dibagikan ke warga, bisa untuk program penanganan 
stunting atau tambahan menu bergizi bagi ibu hamil melalui pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),” ujarnya.

Karena fungsinya membantu memproses sampah organik, tim ITB ini juga berharap model pengolahan berbasis komunitas di Tamansari dan Lebak Siliwangi ini dapat direplikasi secara masif di titik-titik lain di Kota Bandung hingga ke seluruh Jawa Barat. “Sehingga ketergantungan pada TPA dapat dikurangi secara signifikan,” pungkàsnya.

(Adi)