Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akui ada Dinamika Dalam Pelaksanaan Program Petani Milenial

Kota Bandung, BriliaNews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Pemda Provinsi Jabar terus mengevaluasi program Petani Milenial. Ia pun menginstruksikan perangkat daerah terkait, untuk turun tangan memetakan dinamika yang terjadi di lapangan.

“Petani Milenial ini seperti yang saya sampaikan, selalu dievaluasi,” kata Ridwan Kamil usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/2/2023).

Menurutnya ada dinamika dalam pelaksanaan program Petani Milenial. Hal itu terjadi karena Pemda Provinsi Jabar menjadi jembatan tiga pihak, yakni petani milenial, perbankan, dan offtaker.

Baca Juga  Kasus PMK pada Hewan Ternak Sudah Menyebar ke 26 Kabupaten Kota di Jabar

Adapun program Petani Milenial telah melahirkan 1.200-an petani muda yang sukses.

“Sepertiga belum berhasil. Ketidakberhasilan yang sepertiga, jangan digeneralisasi programnya gagal. Kenapa? Karena Pemprov ini mengawinkan tiga pihak. Petani milenial, perbankan, dan pembeli. Tentu ada dinamika,” ucapnya.

“Contoh. Semua sudah siap dan lancar. Eh, pembeli Filipina melarang impor kelinci. Padahal, petani milenial kelinci sudah siap, pembayaran sudah siap. Ada force majeure. Terus yang isu petani (milenial) tanaman hias, karena ada perang Rusia-Ukraina,” imbuhnya.

Baca Juga  Komisi V DPRD Jabar Soroti Belum Masuknya Beasiswa Bagi Siswa Kurang Mampu di Sekolah Swasta dalam APBD Murni TA 2026

Selain itu, kata Ridwan Kamil pihaknya sudah meminta kepada bank bjb untuk lebih fleksibel.

“Dinamika ada, dan kita bereskan juga dengan meminta bank bjb, untuk lebih fleksibel dalam urusan penagihan dan pembayaran,” pungkasnya. (Afr)