Kota Bandung, BriliaNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Komunitas Pencinta Kereta Api Railfans Cimahi dan Railfans Cianjur, menggelar kampanye tentang pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, di perlintasan sebidang JPL 181 Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2024).
“Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di perlintasan sebidang kereta api, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang ,” ungkap Manager Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Ayep Hanapi.
Ayep mengatakan, sosialisasi dilakukan secara humanis dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.
“Pada kegiatan tersebut KAI juga memberikan hadiah berupa souvenir menarik, kepada pengendara yang tertib berlalu lintas. Pemberian souvenir diberikan kepada pengendara yang disiplin, seperti menggunakan helm lengkap dan mengikuti rambu lalu lintas dengan baik saat melintas di perlintasan sebidang,” tambahnya.
Menurutnya, sosialisasi ini merupakan salah satu langkah konkret KAI dan Komunitas Pecinta Kereta Api, dalam upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang, sekaligus mengajak seluruh pengguna jalan untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan bersama di area perlintasan sebidang.
“Sesuai aturan dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya, para pengguna jalan raya wajib berhenti di rambu tanda “STOP”, tengok kiri – kanan baik pada perlintasan terjaga maupun tidak terjaga. Apabila telah yakin aman, baru bisa melintas,” terang Ayep.
KAI berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya disiplin berlalu lintas bagi masyarakat, sehingga tidak terjadi lagi peristiwa kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang mengakibatkan adanya korban.
”Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau agar seluruh pengguna jalan selalu disiplin dalam berkendara, terutama saat melintasi perlintasan sebidang,” ujarnya.
“Jangan pernah menerobos perlintasan meski terlihat sepi. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan keselamatan diri. Mari bersama-sama patuh terhadap aturan. Disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang, mencerminkan budaya bangsa yang maju,” tutup Ayep.
(Adi)






