LPEI Dukung Bio Farma Ekspor Industri Farmasi dan Alat Kesehatan Melalui Program PKE

Jakarta, BriliaNews.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) memberikan fasilitas kredit modal kerja ekspor senilai Rp300 miliar kepada PT Bio Farma (Persero), melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Pemberian fasilitas kredit kepada Bio Farma ini, sebagai bentuk komitmen LPEI untuk mendorong industri farmasi Indonesia agar dapat bersaing di pasar global.

Penandatangan Perjanjian Kredit dilakukan oleh Kepala Divisi Bisnis III LPEI, Nurrohmanudin dengan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bio Farma (Persero), IGN suharta wijaya di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Turut menyaksikan penandatanganan tersebut, Direktur Pelaksana Bisnis, Anton Herdianto, Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis, Maqin U. Norhadi, dan Direktur Utama PT Bio Farma (persero), Shadiq Akasya.

Direktur Pelaksana Bisnis LPEI, Anton Herdianto menjelaskan, Perjanjian Kredit LPEI dengan Bio Farma merupakan wujud nyata peningkatan kemandirian industri farmasi Indonesia melalui PKE Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Baca Juga  PTDI Perkuat Diplomasi Industri Pertahanan Indonesia di Pameran IDEF 2025 Turki

Menurutnya, Bio Farma memiliki peran penting dalam mendukung program vaksinasi serta memperluas penetrasi pasar internasional, yang menjadi bukti atas kualitas dan kepercayaan global terhadap produk-produk vaksinnya.

“Program PKE merupakan wujud negara hadir untuk mendorong ekspor nasional dan sebagai bentuk diplomasi ekonomi Indonesia ke mancanegara secara terukur, untuk meningkatkan daya saing industri lokal agar dapat bersaing dengan negara-negara lain,” ungkap Anton.

Lebih lanjut ia mengatakan, sinergi LPEI dengan Bio Farma sebagai salah satu BUMN farmasi, merupakan langkah awal untuk mendukung kemandirian industri farmasi Indonesia.

Di lain pihak, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, Bio Farma sebagai produsen vaksin terbesar di Indonesia, berkomitmen untuk memproduksi vaksin berkualitas tinggi dan berkontribusi pada ketahanan kesehatan nasional dan mendukung program imunisasi nasional.

Shadiq mengungkapkan, Bio Farma saat ini merupakan pemain global dengan menempati posisi ke 9 berdasarkan WHO global vaccine market report 2023. Hingga kini Bio Farma telah mendistribusikan kredit modal kerja ekspor vaksin ke lebih dari 160 negara di dunia. Sebagai supplier vaksin terbesar ke 5 melalui badan Kesehatan dunia (WHO).

Baca Juga  Pertengahan Tahun 2026, Kinerja Pasar Modal Jabar Tunjukkan Tren Positif

“Bio Farma memiliki kapasitas produksi 3,1 miliar dosis per tahun, dengan sekitar 52% dari total produksi kami diekspor. Ini menunjukkan bahwa Bio Farma tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga berkomitmen untuk memenuhi permintaan internasional,”ungkap Shadiq.

Ia menambahkan, dengan penandatanganan perjanjian kredit antara LPEI dan PT Bio Farma (Persero), menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pengembangan industri farmasi di Indonesia. “Sehingga dapat meningkatkan daya saing produk-produk farmasi Indonesia di pasar global,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, nilai ekspor industri farmasi dan obat bahan alam Indonesia sepanjang Januari hingga September 2024, mencapai USD639,42 juta atau Rp9,9 triliun.

(Adi)