Kota Bandung, BriliaNews.com – Tujuh Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar di Gd. Achmad Sanusi Universitas Pendidikan Indonesia, pada Kamis
(22/5/2025).
Pidato pengukuhan dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, keluarga, serta para kolega dan tamu undangan.
Kegiatan pengukuhan Guru Besar hari ketiga ini dibuka dan dipimpin oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A.
Selanjutnya, kutipan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tentang Kenaikan Jabatan Akademik atau Fungsional Dosen, dibacakan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana, dan Prasarana, Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A.
Para Guru Besar yang dikukuhkan pada hari ketiga ini menyampaikan gagasan dan pemikiran berdasarkan ranting ilmu dan kepakarannya, sehingga menjadi pengetahuan baru sebagai bentuk kontribusi yang berdampak.
Guru Besar yang menyampaikan pidato pengukuhannya yakni Prof. Didik Priyandoko, M.Si., Ph.D., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Biomedicines yang membahas Fungsi Medis Fitokimia untuk Kesehatan Manusia, Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Psikologi Kognitif dalam Pembelajaran Biologi yang membahas topik dengan judul Memfasilitasi Peserta Didik Belajar Biologi Bermakna dengan Memperhatikan Teori Model Memori dan Teori Beban Kognitif, Prof. Dr. Wiji, M.Si., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Intertekstualitas Pembelajaran Kimia yang membahas Intertekstualitas Pembelajaran Kimia sebagai Alternatif Pendekatan Deep Learning.
Kemudian Prof. Dr. Dadan Dasari, M.Si., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Sains Didaktik Statistika yang membahas Rekayasa Didaktik dalam Kajian Sains Didaktik Statistika, Prof. Dr. Hendrawan, M.Si., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Kimia Material Pelepasan Lambat-Terkendali yang membahas Inkorporasi Sumber Daya Hayati dan Mineral Lokal pada Pengembangan Material Pelepasan Lambat-Terkendali: Upaya Mewujudkan Praktik Pertanian Ramah Lingkungan, Prof. Heli Siti Halimatul Munawaroh, M.Si., Ph.D., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Biokimia Molekuler yang membahas Eksplorasi Senyawa Bioaktif dari Alga dan Limbah Ikan: Kontribusi Biokimia Molekuler bagi Industri Farmasi Berkelanjutan dan Prof. Dr. Winny Liliawati, S.Pd., M.Si., Guru Besar pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dalam ranting ilmu/kepakaran Pendidikan Bumi dan Antariksa yang membahas Inovasi Pembelajaran Bumi dan Antariksa Melalui Adaptif-Diferensiasi untuk Mendukung Education for Sustainable Development.
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan, dari setiap pidato para Guru Besar setidaknya terdapat dua hal yang bisa diambil yakni mengenai perjalanan hidup dan perjalanan akademik, serta yang kedua adalah karya yang telah dihasilkan dari proses akademik tersebut.
Para Guru Besar yang menyampaikan pidatonya pada hari ini berasal dari FPMIPA yang terkadang kajian dan riset keilmuannya fokus pada keilmuan dasar, sehingga tidak dapat dilihat dampaknya secara langsung.
“Namun sejatinya ilmu-ilmu dasar tersebut adalah ilmu-ilmu yang menopang perkembangan berbagai macam teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembangan di zaman sekarang ini,” ujarnya.
Sementara ituRektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. sebagai pimpinan sidang mengatakan, pengukuhan Guru Besar bukan sekedar pengakuan atas keilmuan, tetapi juga sebuah ikrar kepada umat manusia bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh menjadi menara gading dan harus menjadi tangga bagi peradaban.
Pemaparan Para Guru Besar ini mengajak untuk menjelajah kehidupan alam tubuh manusia, alam tubuh pembelajaran dan pendidikan serta alam semesta yang harus dijaga bersama.
Ia menyebut para Guru Besar yang dikukuhkan hari ini, menegaskan kembali jati diri Universitas Pendidikan Indonesia sebagai rumah besar keilmuan yang tidak hanya mendidik, tapi juga melahirkan solusi dan peradaban.
”UPI tidak boleh hanya menjadi pengamat zaman, UPI harus menjadi pengarah masa depan, dan masa depan itu yang berkelanjutan, masa depan yang tidak mengorbankan alam demi teknologi, tidak mengabaikan hati demi data, tidak meninggalkan nilai demi efisiensi,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna.
Menurutnya, Guru Besar bukan hanya tentang gelar akademik tetapi maknanya adalah menjaga integritas intelektual, etika ilmiah, dan teladan moral.
“Dengan keteladanan para Guru Besar, kolaborasi antar organ, dan kesetiaan kepada nilai-nilai, UPI akan menjadi contoh dalam prestasi dan juga integritas,” ujarnya.
(Adi)






