Kota Bandung, BriliaNews.com – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., memimpin upacara pengukuhan 8 Guru Besar UPI di gedung Achmad Sanusi, Rabu (21/5/2025).
Pengukuhan Guru Besar / Profesor UPI ini merupakan rangkaian dari pengukuhan 23 Guru Besar yang dilaksanakan dalam 3 hari pada 20-22 Mei 2025, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, tentang Kenaikan Jabatan Akademik atau Fungsional Dosen.
Sebelum dikukuhkan sebagai Guru Besar/Profesor, ke 8 dosen menyampaikan gagasan dan pemikiran berdasarkan kepakarannya,
dihadapan para dosen, tenaga pendidikan, mahasiswa, keluarga, serta para kolega.
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. menyampaikan, pengukuhan Guru Besar menjadi sebuah tonggak yang tidak hanya mencerminkan prestasi nasional saja tetapi menunjukkan sebuah kematangan akademik.
Menurutnya, hari pengukuhan Guru Besar tidak hanya sekedar menjadi menara gading, tetapi mercusuar harapan bagi dunia yang sedang mencari arah. Ilmu bukan hanya untuk berpikir, tetapi untuk bertindak menyelamatkan kehidupan, dan itu yang ditunjukkan oleh para Guru Besar.
“Dari ruang kelas ke ruang kebijakan, dari laboratorium ke lapangan kehidupan, karena ilmu yang tidak membela kehidupan, adalah ilmu yang kehilangan jiwa,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed. mengatakan, pidato setiap Guru Besar merupakan sesuatu yang diyakini sebagai kebenaran, karena telah berhasil menjustifikasi berdasarkan prinsip-prinsip, terutama keyakinan yang dibangun berdasarkan potensi konseptual dengan basis korespondensi.
“Keyakinan memorial yakni suatu proses inferensi dengan basis prinsip kebenaran koherensi. Keyakinan introspektif yakni temuan yang dihasilkan harus diperkenalkan kepada publik, bahwa keyakinan tersebut bersifat baru dan dapat dimanfaatkan secara umum,” ungkapnya.
Sedangkan keyakinan apriori yakni kemampuan mengintisarikan seluruh proses dalam menghasilkan pengetahuan, sehingga layak disampaikan dalam publik melalui tulisan ilmiah dalam jurnal-jurnal nasional dan internasional.
“Proses tersebut akan menghasilkan sebuah karakter sehingga menjadi seseorang yang penuh kehati-hatian,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna mengatakan dalam menjalankan kewajiban perlu mensejajarkan nilai integritas dengan prinsip akuntabilitas, sehingga ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara moral.
Ia juga mengajak untuk menjadikan UPI sebagai tempat orang belajar, bukan hanya untuk tahu yang lebih banyak tetapi menjadi yang lebih benar.
Berikut delapan Guru Besar yang dikukuhkan pada hari kedua:
(1) Prof. Dr. Rina Marina Masri, M.P., Guru Besar Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) dalam bidang ilmu/kepakaran Lingkungan Rekayasa Geospasial, yang membahas Inovasi Pendekatan Geospasial untuk Pekerjaan Teknik Sipil dan Lingkungan dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan;
(2) Prof. Dr. eng. Usep Surahman, S.T., M.T., Guru Besar Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) dalam bidang ilmu/kepakaran Teknologi dan Arsitektur Hemat Energi, membahas Teknologi dan Arsitektur Hemat Energi: Pengembangan Model Life Cycle Assessment dalam Arsitektur Hemat Energi untuk Rumah Tinggal Tropis. Pemikiran yang disampaikan
(3) Prof. Dadang Sudana, M.A., Ph.D., Guru Besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) dalam bidang ilmu/kepakaran Linguistik Makna, dengan topik bahasan Bergulat dengan Makna Mencari Jati Diri.
(4) Prof. Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D., Guru Besar Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) dalam bidang ilmu/kepakaran Arsitektur Sosio-spasial, membahas Ruang Teraba, Ruang Wacana: Arsitektur, Keadilan Spasial, dan Narasi yang Terpinggirkan;
(5) Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si., Guru Besar Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) dalam bidang ilmu/kepakaran Gizi, mengangkat topik Pendidikan Gizi untuk Masa Depan: Membangun Literasi Gizi dalam Mengatasi Triple Burden of Malnutrition.
(6) Prof. Dr. Bambang Darmawan, M.M., CSCA, CPLM, CSCM., Guru Besar Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) dalam bidang ilmu/kepakaran Administrasi Pendidikan Teknik Mesin dan Logistik, membahas Peningkatan Keunggulan Bersaing melalui Pengembangan Edu-Logistics Hub dalam Implementasi Manajemen Pendidikan Logistik;
(7) Prof. Dr. Ridwan Purnama, S.H., M.Si., Guru Besar Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) dalam bidang ilmu/kepakaran Pendidikan Hukum dan Bisnis, membahas Desain Hukum Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum dalam Perspektif Pendidikan Hukum;
(8) Prof. Dr. Dita Amanah, M.B.A., Guru Besar Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) dalam bidang ilmu/kepakaran Manajemen Jasa Pariwisata, membahas Transformasi Manajemen Pariwisata Indonesia Berbasis Inovasi Berkelanjutan.
(Adi)






