KAI Commuter Luncurkan Alat Pembayaran Non Tunai KMT yang Terintegrasi dengan Metro Jabar Trans

Kota Bandung, BriliaNews.com – PT KAI Commuter bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat, meluncurkan sistem pembayaran nontunai melalui Kartu Multi Trip (KMT) yang diintegrasikan dengan Bus Metro Jabar Trans, di Hall Utara Stasiun Bandung, Kamis (19/6/2025).

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Asdi Artriviyanto mengatakan, KMT merupakan alat bayar yang diterbitkan oleh KAI Commuter Indonesia dan telah mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia, sebagai satu-satunya kartu uang elektronik untuk pembayaran transportasi yang diluncurkan sejak 19 November 2019 lalu.

KMT sebagai uang elektronik dengan sistem saldo ini, untuk memberikan kemudahan transaksi pembayaran tiket commuter line, pembayaran parkir di stasiun-stasiun commuter line dan
transportasi lainnya.

“Seperti di Jakarta untuk LRT, MRT, Trans Jakarta, dengan basis cashless,” tuturnya.

Baca Juga  Libur Nataru 2022/2023, PT KAI Daop 2 Bandung Operasikan KA Tambahan. Tiket Sudah Bisa Dipesan

Di samping itu KMT juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran merchant di beberapa gerai yang telah bekerja sama dengan KAI Commuter.

“Masyarakat Bandung dan sekitarnya, dapat menikmati fasilitas layanan KMT dengan membeli kartu ini, yang untuk sementara baru ada di Stasiun Bandung dan Stasiun Padalarang. Kedepan akan dikembangkan, ke stasiun Cijerah, Cikudapateuh, Kiara Condong dan stasiun lainnya.

“Hari ini kita baru membuka penjualan kartu ini di Stasiun Bandung dan Stasiun Padalarang, dengan harga Rp 40.000 dengan isi Rp 10.000,” ujarnya.

Untuk isi ulang dapat dilakukan menggunakan aplikasi C-Access yang bisa didownload di playstore atau applestore. Pengguna bisa membuka menu untuk top up atau mengisi ulang.

Baca Juga  Masjid Al Jabbar Akan Diresmikan 30 Desember 2022

Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar mengapresiasi diluncurkannya KMT sebagai alat pembayaran untuk Metro Trans Jabar.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei TomTom Traffic Index 2024, Kota Bandung merupakan salah satu kota termacet di Indonesia, bahkan melebihi Jakarta dan Medan.

“Ini bukanlah prestasi namun merupakan tantangan bagaimana kita mengurangi kemacetan,” tegasnya.

Salah satu solusinya adalah mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, dengan menghadirkan sistem transportasi yang baik dan sistem pembayaran yang terintegrasi

“Dengan adanya KMT ini, kita dapat meningkatkan pelayanan integrasi pembayaran, sehingga lagi dengan dua tiga kali bayar, tapi cukup dengan satu kartu,” pungkasnya.

Pewarta : Adi
Editor     : Ida