Wali Kota Bandung Apresiasi Langkah Bio Farma Lindungi Petugas Kebersihan Lewat Vaksinasi Tetanus Gratis

Kota Bandung, BriliaNews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi langkah strategis PT Bio Farma (Persero), yang bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dalam melindungi para petugas kebersihan melalui program vaksinasi tetanus gratis.

Sebanyak 200 tenaga kebersihan dari UPTD Pengelolaan Sampah Kota Bandung, menerima vaksinasi dalam kegiatan yang digelar di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Rabu (11/6/2025).

“Kami menyambut baik kolaborasi Bio Farma dengan Pemkot Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Vaksinasi tetanus bagi petugas kebersihan merupakan salah satu langkah preventif untuk meningkatkan perlindungan kesehatan terhadap para petugas kebersihan, yang merupakan garda terdepan dalam menjaga kebersihan Kota Bandung,” ujar Farhan.

Petugas kebersihan juga merupakan kelompok pekerja rentan yang setiap hari bersinggungan langsung dengan limbah padat, tanah, serta benda tajam atau berkarat, yang berisiko tinggi menjadi sumber paparan bakteri Clostridium tetani. Jika tidak dicegah, infeksi tetanus dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Baca Juga  Perluas Layanan Kesehatan, Bio Farma Resmikan Cabang Imunicare ke- 259 Di RSU Pindad Turen

Sementara itu, VP TJSL, HSE, Aset, dan Umum Bio Farma, Tjut Vina Irviyanti, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bio Farma dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi preventif bagi kelompok pekerja yang rentan. Melalui vaksinasi ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan kesehatan, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan,” terang Tjut Vina.

Di lain pihak, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi, juga turut menyampaikan apresiasinya.

Baca Juga  Segera Daftar, Bio Farma Siapkan 10 Bis Mudik Gratis Bersama BUMN 2024

“Petugas kami kerap bekerja dalam kondisi yang berisiko tinggi. Vaksinasi ini bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga langkah mitigasi kesehatan yang nyata. Kami sangat mendukung inisiatif Bio Farma,” ujarnya.

Program vaksinasi ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta, salah satunya Juju Sulaiman, petugas dari UPTD wilayah Cibeunying.

“Saya bersyukur mendapat vaksinasi ini. Ada rekan saya yang dulu terkena infeksi saat bertugas. Program seperti ini sangat penting bagi kami,” tuturnya.

Sebagai informasi, menurut data WHO (2020), Indonesia mencatat lebih dari 2.700 kematian akibat tetanus, dengan angka kematian 1,13 per 100.000 penduduk. Fakta ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-22 dunia untuk jumlah kematian akibat tetanus, sebuah indikator penting bahwa upaya preventif seperti vaksinasi tetap sangat relevan.

(Adi)