Wali Kota Hamamatsu, Jepang, Sampaikan Kuliah Umum di UPI

Kota Bandung, BriliaNews.com – Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Hamamatsu, Jepang sebagai Kota Multikultural”, dengan menghadirkan Wali Kota Hamamatsu, Jepang, Yusuke Nakano, sebagai pembicara utama, pekan ini.

Wakil Dekan FPBS Bidang Akademik UPI Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. berharap, kerja sama Kota Bandung melalui UPI dengan Kota Hamamatsu dapat terus terjalin dan berkembang pada masa mendatang.

“Kami berharap kerja sama hari ini merupakan awal dari kerja sama berkelanjutan di masa mendatang dengan Kota Hamamatsu. Kami juga berharap mahasiswa kami bisa mendapatkan gambaran tentang Kota Hamamatsu melalui kuliah umum ini,” ujar Yulianeta.

Baca Juga  Pentingnya Perlindungan Mahasiswa dari Kekerasan Seksual

Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D.,

Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi pintu awal bagi terjalinnya kerja sama beasiswa untuk mahasiswa UPI di Kota Hamamatsu, sebagaimana kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dengan Kota Shizuoka.

Dalam sesi pemaparan, Wali Kota Hamamatsu, Jepang, Yusuke Nakano
menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara UPI dan pemerintah Jepang selama kurang lebih 60 tahun.

Ia menyoroti sejarah kerja sama antara Kota Hamamatsu dan Kota Bandung yang dimulai pada 2008 di bidang lingkungan hidup, kemudian berkembang hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2025 terkait pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, industri kreatif, dan ekonomi.

Baca Juga  Di Akhir Masa Jabatannya, Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin Mewisuda 2.395 Lulusan Program D3 Hingga S3

“Kerja sama ini diharapkan dapat semakin memajukan kedua kota dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Nakano.

Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring kerja sama internasional, memperluas kesempatan belajar, mendorong pertukaran budaya, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat global.

(Adi)