Transformasi Digital Adminduk, Langkah Nyata Menuju Bandung Smart City

Kota Bandung, BriliaNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong percepatan transformasi digital di bidang administrasi kependudukan (Adminduk). Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bandung sebagai smart city yang unggul, efisien, dan transparan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat membuka Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bertema “Transformasi Digital Adminduk: Mewujudkan Identitas Kependudukan dalam Genggaman” di Best Western Premiere La Grande, Jalan Merdeka Kota Bandung, Selasa (11/11/2025).

“Administrasi kependudukan merupakan tulang punggung dari berbagai pelayanan publik. Hampir seluruh urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan hingga layanan sosial dan ekonomi, berawal dari validitas data kependudukan,” ujar Erwin.

Baca Juga  Sekretariat DPRD Jabar Matangkan Persiapan Rapat Paripurna Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat

Ia menjelaskan, penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi bagian dari langkah besar pemerintah menuju tata kelola kependudukan yang lebih modern dan aman.

“Transformasi digital dalam administrasi kependudukan bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keniscayaan,” ujar Erwin.

Erwin menjelaskan, IKD merupakan bentuk digital dari KTP elektronik (e-KTP) yang memuat data pribadi warga dan dapat diakses melalui aplikasi di gawai masing-masing.

“Dengan IKD, kita tidak hanya membawa identitas dalam dompet, tetapi juga dalam genggaman, kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.

Baca Juga  Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Atalia Minta Kader PKK Jemput Bola

Menurutnya, tantangan Kota Bandung sebagai kota metropolitan dengan penduduk sekitar 2,67 juta jiwa dan mobilitas tinggi, menuntut adanya sistem administrasi yang cepat, akurat, serta mudah diakses.

“Alhamdulillah, Kota Bandung ini prima, juara, tiga juara di Jawa Barat. Tentunya sistem digital ini juga mendukung upaya pemerintah memperkuat keamanan data pribadi dan mempercepat proses verifikasi identitas di berbagai sektor,” tutur Erwin.

(Adi)