Kota Bandung, BriliaNews.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan International CCS Summer School 2026, di Auditorium Campus Center Timur, ITB Kampus Ganesha belum lama ini.
Summer School adalah program pembelajaran intensif yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara, peneliti, dan profesional, untuk mempelajari perkembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).
Kegiatan ini adalah bagian dari Program Equity (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) – World Class University di Kampus ITB, yang pendanaannya
didukung oleh Kemendiktisaintek dan LPDP.
Program ini menghadirkan Prof. Philip Ringrose, pakar di bidang CCS dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), sebagai instruktur utama yang menyampaikan sebagian besar materi terkait konsep, perkembangan teknologi, serta implementasi CCS di berbagai negara.
Sebagian materi disampaikan oleh Prof. Ringrose, sementara sebagian lainnya disampaikan para dosen ITB dan praktisi di bidang CCS, antara lain Prof. Sanggono Adisasmita, Dr. Mohammad Rachmat Sule, Anggit Raksajati, Ph.D., Aqsha, Ph.D., Triharyo Soesilo dan Prof. Doddy Abdassah, Dr.-Ing.
Para instruktur memberikan materi melalui sesi kelas dan diskusi interaktif, yang memungkinkan peserta untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai aspek teknis, ekonomi, dan kebijakan dalam pengembangan CCS.
Dr. Mohammad Rachmat Sule yang berperan sebagai koordinator akademik program, menyatakan pentingnya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan mendorong kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan International CCS Summer School 2026 di Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Atas nama panitia, saya menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh mentor dari Indonesia maupun luar negeri, atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan serta implementasi teknologi CCS/CCUS pada kegiatan ini,” ujar Dr. Mohammad Rachmat Sule.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan selama di Indonesia ini akan banyak memberikan makna dan manfaat bagi karier peserta di masa depan.
Melalui penyelenggaraan International CCS Summer School 2026, ITB berharap dapat terus memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan teknologi CCS serta mendorong kolaborasi internasional dalam mendukung upaya dekarbonisasi dan transisi energi global.
Selain menghadirkan para instruktur terkemuka, CCS Summer School 2026 juga diikuti mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
Total jumlah peserta asing yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 23 orang, berasal dari Universiti Kebangsaan Malaysia (Malaysia), Universiti Tenaga Nasional (Malaysia), Universiti Sains Malaysia (Malaysia), Universiti Teknologi Petronas (Malaysia), Mongolia University of Science and Technology (Mongolia), Kyushu University (Jepang), Karlsruhe Institute of Technology (Jerman), Norwegian University of Science and Technology (Norwegia), Australian National University (Australia), Yonsei University (Korea), Indian Institute of Technology Bombay (India), dan Inha University (Korea).
Selain itu, 5 mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Luar Negeri serta 10 mahasiswa reguler ITB juga mengikuti kegiatan tersebut.
(Adi)






