Kota Bandung, BriliaNews.com – Jumlah pelanggan yang menggunakan kereta api pada Januari-September 2026 mengalami peningkatan, baik secara nasional maupun di wilayah Daop 2 Bandung.
Secara nasional, PT KAI mencatat, jumlah pelanggan mencapai 394,4 juta pelanggan, naik 7,06 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 368,4 juta pelanggan.
Sementara di wilayah Daop 2 Bandung mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 10,42 persen, dengan total penumpang kereta jarak jauh dan lokal tembus 8,2 juta pelanggan.
“Itu lebih dari 8 juta orang menggunakan kereta api di wilayah Daop 2,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba di Kota Bandung, Rabu (14/10/2026).
Lebih lanjut, Anne memaparkan pelanggan yang menggunakan Kereta cepat Woosh Bandung – Jakarta PP, juga menunjukkan trend peningkatan.
Sepanjang tahun 2026 hingga ahir September, jumlah pelanggan kereta Woosh sebanyak 4,58 juta pelanggan naik 1,16 persen year-on-year.
Dari jumlah tersebut, 298 ribu penumpang merupakan warga negara asing, sehingga total kumulatif WNA pelanggan (Basis WNA) Kereta Woosh menembus 1,01 juta pelanggan.
“Kami melihat semakin baiknya konektivitas bus ke kereta lokal, yang juga terkoneksi ke kereta jarak jauh yang jumlahnya sangat signifikan untuk warga negara asingnya. Bahkan kalau kita lihat dari jumlah yang naik dan turun, sudah hampir 1 juta pengunjung warga negara asing yang masuk dan juga meninggalkan Kota Bandung, serta memanfaatkan antarmoda bus ke kereta jarak jauh,” jelas Anne.
Ia mengungkapkan, berdasarkan okupansi penumpang KA di Daop 2 Bandung pada Juli hingga September 2026, okupansi KA Sangkuriang tertinggi dibanding KA jarak jauh lainnya mencapai 240,53 persen, diikuti KA Malabar 183,37 persen dan KA Kahuripan, 170,8 persen.
“Yang paling sangat luar biasa adalah KA Sangkurian. KA Sangkuriang ini average okupansinya 240,53 persen, bahkan pada weekend dan liburan bisa mencapai 284 persen. Padahal kereta ini belum satu tahun hadir. Dengan adanya KA Sangkuriang dari Bandung ke Ketapang, kita melihat okupansi antar stasiun juga ikut berkembang, sehingga untuk daerah-daerah yang dikunjungi oleh kereta ini juga mendapat manfaat mobilitas,” tutur Anne.

Dengan semakin meningkatnya pengguna kereta api, kata Anne PT KAI berupaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan pelanggan dengan terus melakukan pengembangan layanan di stasiun.
“Yang kita lakukan di Daop 2 Bandung pada tahun 2026 ini, adalah pengembangan Stasiun Tasikmalaya. Jadi 4 fokus kami dalam pengembangan stasiun yakni konektivitas, integrasi antarmoda, pelayanan untuk pelanggan seperti mengoptimalkan alur masuk dan turun dan pemisahan antara jalur kereta lokal dan kereta jarak jauh, serta pengembangan kawasan dengan TOD atau transit oriented development,” ucap Anne.
PT KAI juga terus melakukan sosialisasi terkait keamanan di perlintasan dan penjagaan di perlintasan sebidang.
Menurutnya, di Daop 2 Bandung, terdapat 295 perlintasan sebidang, 154 diantaranya belum atau tidak dijaga dan hanya 141 perlintasan yang dijaga.
Pada tahun 2026 dari target 80 titik perlintasan yang perlu ditindak lanjuti, sudah terealisasi 62 titik perlintasan.
“Di Daop 2 sendiri, sudah ada 4 gardu baru untuk Petugas Jasa Lintasan (PJL), baik dengan petugasnya dan juga alat-alat prasarana sudah dilengkapi. Sampai akhir tahun, kita masih terus melakukan survei kepada lebih dari 50 perlintasan di Stasiun Daop 2 ini. Kalau tidak memenuhi syarat kita akan tutup, sebaliknya kalau memenuhi syarat kita akan lengkapi petugas dengan alat-alatnya juga,” pungkas Anne.
Pewarta. : Adi
Editor. : Afrida






