OJK Jawa Barat Perluas Inklusi Keuangan, FinExpo 2026 Catat Transaksi Rp15,76 Miliar

Kota Bandung, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, melalui Financial Expo (FinExpo) 2026. Tercatat 27.417 pengunjung menghadiri kegiatan tersebut dengan jumlah nilai transaksi mencapai Rp15,76 miliar.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Trans Studio Mall Bandung, menjadi puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

FinExpo 2026 mempertemukan masyarakat dengan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk memperoleh edukasi, berkonsultasi, serta mengakses produk dan layanan keuangan formal, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, media, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menyatakan bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman masyarakat dan penguatan pelindungan konsumen.

“Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan terhadap edukasi dan akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya terus meningkat. Momentum ini perlu kita jaga melalui kolaborasi yang berkelanjutan, agar peningkatan akses keuangan berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman, kemampuan, dan pelindungan masyarakat,” kata Darwisman,
Minggu (1/11/2026).

Baca Juga  BBC Rancasari Bersama PMI Gelar Aksi Donor Darah

Menurutnya, keberhasilan inklusi keuangan perlu dilihat dari manfaat penggunaan produk dan layanan keuangan bagi masyarakat.

Manfaat tersebut mencakup penguatan ketahanan keuangan rumah tangga, pengembangan usaha, serta peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Selama empat hari penyelenggaraan, FinExpo 2026 menghadirkan peserta dari sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, pergadaian, teknologi finansial, dan sektor jasa keuangan lainnya.

Masyarakat dapat mengikuti seminar dan edukasi keuangan, memanfaatkan layanan konsultasi, membuka rekening simpanan dan akun investasi, serta mengenal produk dan layanan keuangan digital. Melalui interaksi langsung dengan PUJK, pengunjung juga memperoleh informasi mengenai manfaat, biaya, risiko, serta hak dan kewajiban konsumen.

Kegiatan ini menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga komunitas dan keluarga. Nilai transaksi selama penyelenggaraan tercatat sebesar Rp15.755.917.055.

Baca Juga  KAI Daop 2 Bandung Berlakukan Tarif Murah pada Kelas Eksekutif Mulai Rp 50.000

Ketua Pelaksana FinExpo 2026 Nathalya Wani Sabu menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam penyelenggaraan kegiatan.

“FinExpo 2026 menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi mampu menghadirkan edukasi keuangan yang lebih dekat, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pameran, mitra pendukung, panitia, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” ujar Nathalya.

Lebih lanjut ia mengingatkan masyarakat agar setiap keputusan penggunaan produk dan layanan keuangan didasarkan pada pemahaman atas manfaat, biaya, dan risiko, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan.

Ia menambahkan, seiring dengan meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital, masyarakat juga perlu mewaspadai penipuan, penyalahgunaan data pribadi, aktivitas keuangan ilegal, dan modus rekayasa sosial.

“Masyarakat diimbau untuk memastikan legalitas penyedia layanan, menjaga kerahasiaan PIN, kata sandi, dan kode autentikasi, serta mencermati tawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar,” pungkasnya.

(Adi/rel)