Kota Bandung, BriliaNews.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung menghasilkan 45 rekomendasi kebijakan, melalui penyelenggaraan West Java Economic Society (WJES) 2026.
Puluhan rekomendasi tersebut diharapkan menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam memperkuat ketahanan dan transformasi ekonomi daerah.
Rekomendasi ini merupakan hasil penelitian 269 peneliti dari berbagai daerah di Indonesia yang disusun melalui konsultasi intensif bersama 16 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar.
Delapan paper terbaik dari keseluruhan karya ilmiah itu, dipilih untuk dipaparkan secara khusus dalam Seminar Nasional WJES 2026 di Bale Pasundan, Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tahun ini mengusung tema “Penguatan Ketahanan dan Transformasi Ekonomi Jawa Barat untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berdaya Saing”.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi penyelenggaraan WJES sebagai forum kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi daerah.
Erwan berharap rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya kuat dari sisi akademis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kebijakan dan program pembangunan.
“Saya berharap Forum WJES mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya baik secara akademis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kebijakan dan program pembangunan,” ujar Erwan.
Menurutnya, penguatan ekonomi Jawa Barat harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta investasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemprov Jabar, lanjut Erwan, berkomitmen memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dan dunia usaha, termasuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja, serta kemudahan akses informasi lowongan pekerjaan.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan investasi memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi.
“Saya juga berharap para investor yang menanamkan modal di Jawa Barat tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya
(Ida)





