OJK dan IJK Jabar Perkuat Sinergi Guna Tingkatkan Kontribusi Perekonomian Daerah

Kota Bandung, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, guna meningkatkan kontribusi industri keuangan terhadap perekonomian daerah.

Hal tersebut ditunjukkan pada kinerja IJK Jawa Barat yang membukukan kinerja positif pada tahun 2024.

Demikian disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, dalam kegiatan “Evaluasi dan Tantangan Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Tahun 2025” di Kota Bandung, Jumat (25/4/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Direktur IJK yang berada di bawah pengawasan Kantor OJK Provinsi Jawa Barat dan Pimpinan Industri Jasa Keuangan (IJK) yang tergabung dalam FKIJK.

Adapun FKIJK merupakan wadah bagi pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk berdiskusi, berkoordinasi, dan menjalin sinergi, dalam upaya meningkatkan kualitas dan akses masyarakat terhadap jasa keuangan.

Darwisman mengungkapkan Kantor OJK Provinsi Jawa Barat mencatat, IJK se-Jawa Barat membukukan kinerja positif pada tahun 2024.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Sebut Layanan Dasar di Jabar Semakin Baik Bukti Upaya Memerdekakan Masyarakat

Hal tersebut tercermin pada total Aset, penyaluran Kredit, dan penghimpunan DPK perbankan yang tumbuh masing-masing sebesar 6,51 persen yoy, l7,58 persen yoy, dan 4,28 persen yoy.

“Selain itu, tingkat risiko juga terjaga yang ditunjukkan dengan kualitas kredit tergolong moderat sebesar 3,08 persen,” tambahnya.

Dengan mencermati berbagai tantangan dan peluang yang berlangsung saat ini, serta kebijakan-kebijakan yang akan diambil, Darwisman memperkirakan tren positif sektor jasa keuangan akan berlanjut di tahun 2025.

Sesuai outlook sektor jasa keuangan tahun 2025, penyaluran kredit perbankan diproyeksikan tumbuh pada kisaran 9 sampai 11 persen, dan penghimpunan DPK diperkirakan tumbuh pada kisaran 6 persen sampai 8 persen.

Penghimpunan dana di pasar modal diperkirakan sebesar Rp220 triliun. Selain itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan, aset asuransi, dan aset dana pensiun diperkirakan tumbuh minimal 8 persen, 6 persen, dan 9 persen.

“Tentunya, outlook tersebut direalisasikan dalam rencana bisnis seluruh IJK di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, kami memperkuat sinergi dan kolaborasi terkait hal itu,” tutur Darwisman.

Baca Juga  Zona Risiko Diperbarui, Kota dan Kabupaten Bandung Berstatus Zona Merah

Ia menjelaskan, agar kinerja SJK lebih optimal, sektor keuangan perlu diarahkan kepada peningkatan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

IJK dapat meningkatkan dukungannya melalui penyediaan akses keuangan bagi sektor-sektor penggerak ekonomi, misalnya sektor industri, sektor pertanian, sektor perdagangan, dan lainnya.

“IJK dapat memberikan akses pembiayaan ke komoditas-komoditas unggulan di daerah, pembiayaan pada program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, memberikan dukungan terhadap Program 2 Juta Rumah, dan program unggulan lainnya,” sebutnya.

Darwisman menegaskan OJK termasuk OJK Jawa Barat akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Kantor Pusat, terutama untuk mendukung perbaikan iklim investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi serta menyelesaikan berbagai aturan turunan UU P2SK, baik terkait menjaga stabilitas sistem keuangan maupun pendalaman pasar.

“Tentunya OJK akan melakukan riviu secara berkala untuk menyelaraskan dengan outlook pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

(Adi)