697 Lulusan UPI Diwisuda, Pertama Kali Wisudawan Terima Ijazah Elektronik

Kota Bandung, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia mewisuda 697 lulusan program Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor di Gedung Gymnasium UPI, Selasa (10/2/2026).

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi menjelaskan, di tahun 2026 ini pertama kalinya wisuda akan dibagi menjadi 5 gelombang.

Pelaksanaan wisuda gelombang I di bulan Februari ini juga dipercepat, mengingat pada bulan Maret akan menghadapi bulan Ramadhan.

Tidak hanya itu, pada tahun ini UPI juga menerapkan format baru bagi para wisudawan berupa ijazah elektronik.

“Hari ini merupakan wisuda pertama di tahun 2026. Kita menggunakan format baru, dimana ijazah tidak lagi diberikan secara fisik,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari 697 lulusan yang diwisuda berasal dari kampus utama dan kampus daerah, mulai dari jenjang D4, S1, S2, dan S3.

Jumlah tersebut terdiri dari 116 wisudawan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 108 wisudawan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), 53 wisudawan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), 51 wisudawan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), 32 wisudawan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), 77 wisudawan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), 9 wisudawan Kampus Cibiru, 103 wisudawan kampus Sumedang, 9 wisudawan Kampus Purwakarta, 24 wisudawan Kampus Tasikmalaya, 15 wisudawan Kampus Serang, 57 wisudawan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), dan 17 wisudawan Sekolah Pasca Sarjana (SPS).

Baca Juga  KAI Commuter Luncurkan Alat Pembayaran Non Tunai KMT yang Terintegrasi dengan Metro Jabar Trans

Total ada 697 wisudawan, dengan 167 wisudawan cumlaude, dan 535 wisudawan summa cumlaude.

Terkait ijazah elektronik, Prof. Didi memastikan keamanan atas penggunaan ijazah elektronik tersebut. UPI bekerja sama dengan balai sertifikasi elektronik, sehingga ijazah itu tidak bisa dipalsukan.

“Pertama kita menggunakan pengamanan yang berlapis yang tidak bisa ditembus begitu saja,” ujar Prof. Didi.

Selain itu, lanjutnya, UPI juga sudah disertifikasi, sudah di validasi, dan saat ini ijazah itu tidak lagi ditandatangani secara fisik manual, tetapi cukup menggunakan QR Code.

Cara otorisasi dan pengecekan validasi ijazahnya juga melalui sistem.

“Jadi ketika para lulusan mencetak ijazah, maka ijazah itu asli tidak perlu dilegalisir tidak perlu ada pengesahan pakai cap segala macam. Sehingga lebih ramah lingkungan, juga lebih cepat pengerjaannya. Kita menyesuaikan diri sebagai bagian dari transformasi digitalnya UPI,” ujar Prof. Didi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Wali Amanat UPI Nanan Soekarna
mengingatkan para wisudawan, agar menjadi pribadi yang membawa manfaat, karena realita di lapangan penuh dengan tantangan.

“Banyak orang yang berhasil tapi tidak semua bisa dipercaya. Banyak orang pintar tapi tidak bisa memjaga integritasnya. Kita berharap para wisudawan memiliki integritas dan kejujuran. Itu penting. Jaga itu,”

Baca Juga  60 Tahun Pramuka Indonesia, Ridwan Kamil Disematkan Lencana Karya Bakti

Terkait optimisme dalam mendapat pekerjaan, menurutnya mindset para lulusan harus dirubah tidak hanya ingin mencari pekerjaan, namun juga bisa membuka lapangan kerja khususnya untuk dirinya sendiri.

“Peluangnya banyak. Asal mindsetnya berubah,” ujar Nanang.

Sementara itu Ketua Senat Akademik UPI Prof. Yadi Ruyadi mengapresiasi banyaknya lulusan yang cumlaude dan summa cumlaude.

Ini menggambarkan kualitas akademik yang baik. Namun ia juga mengingatkan, selain kualitas akademik perlu juga peningkatan karakter.

“Lulusan UPI diharapkan memiliki moral, terkait dengan integritas, dan performance karakter terkait disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, di dalam proses perkuliahan dari mulai semester satu sampai sekarang, para mahasiswa UPI memang terlibat dalam berbagai kegiatan akademik serta pembinaan moral dan karakter.

“Jadi insyallah lulusan UPI dari tahun ke tahun tidak mengecewakan, baik yang mereka bekerja di PNS atau di swasta atau mereka yang studi lanjut atau mereka juga yang berwirausaha. Pola UPI yang terus kita tingkatkan kualitasnya, bisa semakin meningkat kualitasnya,” tuturnya.

Ia menyadari tantangan yang dihadapi lulusan tiap periode, bukannya semakin menurun namun semakin meningkat karena perubahan yang sangat cepat, digitalisasi, disrupsi, dll.

“Oleh karena itu, kalau kita tidak bisa menyiapkan lulusan yang tidak adaptif, kompetitif dan berkomitmen tinggi, itu akan berat,” pungkasnya.

(Adi)