Jabar Targetkan Bebas TBC, Ibu Hamil KEK, dan Balita Gizi Kurang pada 2029

Kota Bandung, BriliaNews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperkuat gerakan terpadu untuk mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC), ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), dan balita gizi kurang.

Menurut Herman, ketiga persoalan kesehatan tersebut menjadi prioritas yang harus ditangani secara konkret, tanpa menunggu program atau proyek baru.

Demikian dikatakan Herman Suryatman saat memimpin konsolidasi bersama 27 kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Layanan Kesehatan, di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Bandung, Kamis (15/10/2026).

Herman mengatakan, pihaknya menginginkan Jabar bebas TBC, ibu hamil KEK, dan balita gizi kurang pada 2029. Ia menekankan capaian tersebut harus diupayakan melalui kerja bersama seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat.

Baca Juga  Seluruh Tumpukan Sampah Pasar Induk Gedebage Sudah Diangkut

“Jangan pakai lama kalau urusan kesehatan. Jangan menunggu dulu program, jangan menunggu dulu proyek. Apa pun yang bisa kita lakukan, lakukan,” ujarnya.

Untuk penanganan TBC, Herman menyebutkan bahwa Jawa Barat telah mengidentifikasi sekitar 226.000 kasus dari target penemuan 230.000 kasus yang diproyeksikan Kementerian Kesehatan. Capaian tersebut menjadi langkah penting untuk menemukan penderita sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat.

Menurut Herman, besarnya angka kasus yang teridentifikasi tidak semestinya dipandang sebagai kegagalan. Sebaliknya, penemuan kasus secara terbuka merupakan fondasi penting penanganan TBC, karena kasus yang tidak terdeteksi berpotensi terus menularkan penyakit.

Tahap berikutnya adalah memastikan seluruh penderita yang telah ditemukan mendapatkan pengobatan secara konsisten selama enam bulan, sesuai regimen pengobatan yang ditetapkan tenaga kesehatan. Herman menegaskan bahwa obat telah tersedia di puskesmas sehingga tantangan berikutnya adalah memastikan pasien menjalani pengobatan sampai tuntas.

Baca Juga  Pemda Provinsi Jawa Barat Raih Juara Tetbaik Pertama Penghargaan Pembangunan Daerah 2022

“Rumusnya, temukan, obati. Kalau pengobatannya konsisten, insyaallah sembuh. Yang paling penting adalah memastikan warga yang menderita TBC meminum obat secara teratur,” katanya.

Selain TBC, Pemda Provinsi Jabar memprioritaskan penanganan ibu hamil KEK dan balita gizi kurang. Herman menyebutkan, dari sekitar 900.000 ibu hamil di Jawa Barat, diperkirakan 90.000 atau sekitar 10 persen mengalami KEK. Sementara itu, terdapat sekitar 76.000 balita yang teridentifikasi mengalami gizi kurang.

Herman menekankan pentingnya pemenuhan protein hewani bagi ibu hamil dan balita, antara lain melalui konsumsi telur, ikan, daging, dan susu.

(rel/ida)