80 Persen Produk Lokal Telah Masuk ke Ritel Modern

Kota Bandung, BriliaNews.com – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso menyampaikan, sektor ritel modern memiliki peran penting dalam membuka akses pasar bagi produk lokal. Ia menyebut hampir 80 persen produk lokal telah masuk ke ritel modern.

Hal tersebut disampaikan Budi Santoso saat membuka National Kick-Off Hari Ritel Nasional (HRN) 2026, di Cihampelas Walk, Bandung, Senin (2/11/2026).

Menurut Budi produk lokal yang mampu memenuhi standar kualitas, memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke jaringan ritel dan menjangkau konsumen secara luas.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung usaha kecil dan menengah, agar mampu berkembang serta menembus pasar ekspor melalui berbagai program kurasi dan fasilitasi pemerintah.

“Melalui momentum Hari Ritel Nasional 2026, diharapkan sektor ritel semakin berperan dalam memperkuat ekonomi nasional dan daerah, sekaligus membuka peluang usaha serta lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Jadwal SIM Keliling 19 Maret 2021 di Bandung, dan DKI

Sementara itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berharap, sektor ritel menjadi salah satu penggerak utama pengentasan kemiskinan, melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan peluang usaha bagi masyarakat.

Farhan menilai, sektor ritel memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan kemiskinan di Kota Bandung, karena kontribusi penciptaan lapangan kerja dalam strategi penanganan kemiskinan masih relatif rendah.

“Dari tiga strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung, yang paling lemah justru adalah kesempatan pekerjaan. Porsi untuk pengentasan kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan lapangan usaha kontribusinya hanya lima persen,” ujar Farhan.

Baca Juga  Presiden Jokowi ke Kepala Daerah : Jaga Daya Beli Rakyat dan Pastikan Keamanan Pilkada Serentak

Farhan menjelaskan, struktur ekonomi Kota Bandung telah mengalami pergeseran. Jika pada dekade 1970-an hingga 1990-an sektor industri menjadi motor penggerak perekonomian, kini sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus penyediaan lapangan kerja.

Dalam konteks tersebut, sektor ritel memiliki keterkaitan erat dengan pariwisata dan perdagangan.

Untuk itu, Pemkot Bandung mengembangkan strategi Tourism, Trade, and Investment (TTI) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong transaksi belanja, serta menarik investasi.

“Ketika transaksi dikalikan dengan jumlah wisatawan yang hadir, diharapkan akan mengundang investasi yang datang. Inilah tiga kunci strategi kami dalam memanfaatkan berbagai sektor ekonomi penggerak agar menyelesaikan berbagai masalah sosial,” jelasnya.

(Adi)