BPS Jabar : Inflasi Oktober 2026 Terkendali di Angka 0,20 persen, Cabai dan Tomat Jadi Pemicu Utama

Kota Bandung, BriliaNews.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, sepanjang Oktober 2026, Provinsi Jawa Barat mencatatkan inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,20 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) berada di level 2,31 persen dan inflasi year-on-year (y-on-y) 2,90 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, pada Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan secara daring, Senin (2/11/2026).

“Meskipun mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun sebelumnya, capaian ini masih berada dalam rentang sasaran target yang terkendali,” tuturnya.

Baca Juga  Sinergi dengan Kementerian HAM, Pemda Provinsi Jabar Dorong Implementasi HAM di Berbagai Sektor

Ia mengungkapkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, menjadi penyumbang inflasi terbesar pada bulan ini, yakni sebesar 0,12 persen dengan inflasi kelompok 0,41 persen.

Ari mengatakan, bila dilihat berdasarkan komoditas, komoditas utama yang mendominasi kenaikan harga meliputi cabai rawit, cabai merah, dan tomat, yang dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat musim kemarau panjang serta serangan hama patek pada tanaman hortikultura.

Di sisi lain, laju inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras akibat pasokan yang melimpah, serta emas perhiasan yang mengekor tren penurunan harga emas di pasar global.

Baca Juga  Bey Machmudin Usul Reaktivasi Jalur KA Bandung - Ciwidey dan Banjar - Pangandaran

“Menariknya, harga beras yang sempat menjadi momok inflasi dalam beberapa bulan sebelumnya, kini mulai menunjukkan tren penurunan pada Oktober 2026,” imbuhnya.

Sementara itu, bila dilihat secara spasial, inflasi m-to-m tertinggi terjadi di Kota Bogor sebesar 0,35 persen.

“Sedangkan Kota Bandung mencatatkan inflasi terendah sebesar 0,08 persen,” pungkasnya.

(Adi/rel)