Kota Bandung, BriliaNews.com – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.A., M.Pd, mengukuhkan 16 dosen jadi Guru Besar/ Profesor.
Pengukuhan dilaksanakan dalam dua hari pada Selasa dan Rabu (3-4/12/ 2024), di Gedung Achmad Sanusi jalan Setiabudhi kota Bandung.
“Alhamdulillah, selama dua hari ini, kita melakukan pengukuhan guru besar sebanyak 16 orang. Tentu ini merupakan sebuah kebanggaan bagi UPI, karena guru besar itu adalah aset yang sangat berharga,” ujar Prof. Dr. M. Solehuddin kepada wartawan, Rabu (4/12/2024).
Solehuddin menjelaskan, dengan pengukuhan 16 Guru Besar ini, total jumlah guru besar di UPI berada di angka 13 persen. Jumlah ini menurut dia sudah cukup ideal, karena target idealnya, antara 12-15 persen dari jumlah dosen.
“Jadi ini sudah cukup ideal, secara kuantitas. Tinggal karyanya yang ditunggu,” tuturnya.
Ia menandaskan penambahan 16 Guru Besar baru akan memperkuat UPI dalam mengabdikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
“Sehingga dapat meningkatkan kuantitas maupun kualitas UPI dalam bidang riset dan publikasi, baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap para Guru Besar yang baru ini, bisa menjadi kontributor dalam proses-proses pengembangan ilmu pengetahuan di UPI.
“Karya ilmiah dan pemikiran para Guru Besar/Profesor, juga harus dapat diterjemahkan dalam karya nyata,” ucap Rektor.
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M.Ed mengingatkan para Guru Besar/Profesor, agar tetap berpandangan skeptis dalam menghadapi dunia sehingga mampu menghasilkan pengetahuan baru.
Disamping itu, harus berani mengambil sikap dan memposisikan diri dalam menghadapi tantangan, melalui pandangan radical skepticism terhadap dunia ini agar dapat menghasilkan terobosan baru.
“Kita perlu bekerjasama dengan orang lain secara multidisiplin dan transdisipliner. Dengan cara seperti itu kita akan mampu mengungkap rahasia dunia ini,” tegasnya.
“Para Guru Besar/Profesor juga harus konsisten dan bersemangat dalam menghasilkan pengetahuan baru serta mengasilkan terobosan baru yang berdampak pada masyarakat secara luas,” sambungnya.
Adapun 16 Guru Besar baru tersebut adalah :
(1).Prof. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd, dengam karya ilmiahnya tentang Reorientasi Pendidikan Musik di Indonesia: Pengembangan Kompetensi Musikal Melalui Pembelajaran Musik Kreatif Berbasis Multikultural;
(2) Prof. Dr. Trianti Nugraheni, S.Sen., M.Si, membahas Kajian Tari Nusantara: Menguatkan Fungsi Seni Tari untuk Pendidikan;
(3) Prof. Dr. Yeti Mulyati, M.Pd, membahas Literasi Membaca Dini Hingga Literasi Remix: Mengembangkan Keterampilan Literasi Membaca Anak di Era Digital;
(4) Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd, membahas Transformasi Pembelajaran Menulis Pada Era Digital dalam Membangun Karakter dan Peradaban Abad Ke-21.
(5) Prof. Dr. Retty Isnendes, M.Hum, membahas Kajian Antropologi Sastra Pada Naskah Bujangga Manik Abad Ke-15 M Berdasarkan Perspektif Antropologi Abu Raihan Muhammad Bin Ahmad Al-Biruni dalam Tahqiq Ma Li Al-Hindi Min Maqulatu Maqbulatu Fi Al-Aql Au Mardzulat Abad Ke-11 M;
(6) Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D, membahas Sosiolinguistik: Kajian, Terapan, dan Inovasinya dalam Pendidikan Bahasa Jepang;
(7) Prof. Dr. Ikaputera Waspada, M.M, yang membahas Captive Market Investasi Untuk Masyarakat Sejahtera;
(8) Prof. Dr. Budi Santoso, M.Si, membahas Model Pengembangan Green Campus Melalui Green Transformational Leadership:Tantangan dan Arah Masa Depan bagi Sekolah dan Perguruan Tinggi.
(9) Prof. Dr. Mumu Komaro, M.T, membahas Karakteristik dan Sifat Material Teknik Mesin yang Lebih Mudah dipahami dengan Media Pembelajaran Teknik Mesin Berbasis IT: E-Book Berbasis Multimedia Animasi (E-MMA);
(10) Prof. Dr. R. Aam Hamdani, M.T, membahas “Self Designed Project Learning”:Alternatif Model Pembelajaran Vokasi;
(11) Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd, membahas Diferensiasi Rekonstruksi Media Pendidikan Teknik Elektro dan Teknologi Kejuruan dengan Fokus Pada Inovasi dan Keterampilan Digital di Era Digital;
(12) Prof. Dr. Isma Widiaty, S.Pd., M.Pd, membahas Sinergi Tradisi dan Inovasi:Bagaimana Digitalisasi Mengubah Lanskap Kurikulum Pendidikan Kejuruan?
(13) Prof. Dr. Amay Suherman, M.Pd, membahas Perencanaan Pembelajaran Vokasional:Perwujudan Pilar Kompetensi Pedagogik Guru Vokasi;
(14) Prof. Dr. Neti Budiwati, M.Si, membahas Pembelajaran Ekonomi Abad 21 Pada Sekolah Menengah;
(15) Prof. Dr. A. Jajang Warya, M.Si, membahas Ekonomi Islam :Trend Ekonomi Global yang Berkeadilan;
(16) Prof. Dr. Ikin Solikin, S.E., Ak., M.Si, membahas tentang Sistem Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi Negeri Berstatus Badan Hukum di Indonesia.
Pewarta : Adi
Editor : Didu






