Program Bebenah Kampung100 Rumah di Kota Bandung Rampung Juli Mendatang

Kota Bandung, BriliaNews.com – Program Bebenah Kampung yang diinisiasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, terus menunjukkan progres signifikan.

Hingga saat ini, 11 rumah sudah dalam proses pembangunan dan renovasi, dengan target 100 rumah dipastikan rampung 10 Juli 2025 mendatang.

Program ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk mewujudkan target nasional, membangun dan merenovasi 3 juta rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kota Bandung dijadikan sebagai kota percontohan (role model) yang akan diikuti oleh wilayah lain seperti Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Maruar Siarait mengatakan, program ini bukan sekadar soal dana tetapi lebih menyangkut hati dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Baca Juga  Longsor di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat Timbun 30 Unit Rumah 7 Orang Meninggal

“Program ini bukan hanya membantu dana, tapi juga memberikan hati dan waktu. Ini gerakan cepat, bukan hanya datang lalu pergi. Ini kolaborasi nyata,” ujarnya di sela peninjauan di Gang Mukalmi, Jalan Jendral Sudirman, Rabu (4/6/2025).

Menurutnya, pencapaian ini merupakan bagian dari target besar nasional.

“Program ini sangat membantu pemerintah dalam mencapai target 3 juta rumah. Kita semua harus introspeksi dan terus bersinergi. Verifikasi ke depan juga harus dilakukan bersama antara kota, yayasan, dan balai perumahan, agar masyarakat tidak repot bolak-balik.” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut baik turunnya program ini ke wilayah Kota Bandung.

Baca Juga  Tangani Sampah di Kota Bandung, Tedy Rusmawan Dorong Satgas Koordinasi dengan KLHK

Namun, ia juga mengungkapkan pentingnya percepatan proses di lapangan.

“Saya bersyukur Bandung dipercaya jadi lokasi awal program ini. Tapi saya juga melihat ada keterlambatan dalam proses. Maka, kami akan percepat dan pastikan koordinasi terus berjalan, agar data yang digunakan akurat,” ujar Farhan.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma menyatakan, dukungan yang diberikan tidak hanya soal rumah, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak hanya membantu renovasi rumah tidak layak huni, tapi juga melihat apa yang dibutuhkan masyarakat. Pekerjaannya apa? Kebutuhannya apa? Bantuan apa yang paling tepat? Itulah yang kami usahakan untuk diberikan,” jelas Sugianto.

(Didu)